Kisah Pendekar Pedang Asmara.

BIOGRAFI BOBBY MEIDIANTO “JAGUAR” 1968-2009.

bobby1 Letkol.Inf.Purn. Bobby Meidianto, foto terbaru, baru seminggu lalu, baru asyik, dan baru serius, namun juga baru entah…yah? Ia katanya lagi asyik ngliatin foto istrinya yang bengel si Meutya Hafid itu koq.

I. 02 Mei 1968, Solo.

Pagi agak siang itu pukul 09-10.00 wib, suara tangisan bayi yang baru lahir terdengar di RS Bersalin Pasar Legi Surakarta [Solo].  Tampak senyum bahagia menghiasi wajah dari Pasutri Zulachir & Sri Rahayu. Bagi Zulachir itu adalah kelahiran Putra Pertamanya. Dan Bagi Sri Rahayu yang sebelumnya adalah Janda sbelum menikah lagi dengan Zulachir, adalah kelahiran putra bungsunya. Dari Suami pertamanya ia telah melahirkan empat orang anak. Sayang dua diantaranya justru telah meninggal. Namun hal itu tidaklah mengurangi kebahagiaannya atas kelahiran putra bungsunya itu.So bad, kedua Ortu Sri Rahayu telah meninggal dunia. Kalau tidak, betapa bahagianya mereka itu.

Atas kelahiran bayinya itu, Zulachir segera memberitahukan kepada ibunya yaitu: Siti Ramlah Nasution.  Ya…ia adalah orang Batak Tapanuli sebenarnya, namun mendapat istri dari suku Jawa.

Bayi itu mereka beri Nama: BOBBY MEIDIANTO. Nama yang cukup keren dan bagus artinya. Bobby sendiri berarti: Detektif, sedangkan Meidianto: kurang lebih mereka artikan Lahir di bulan Mei.

Tak mereka tahu saat itu, bahwa bayi ini kelak akan membuat hal2 yang tak bisa orang lain perbuat dan bayi ini kelak akan mengalami hal2 yang  tak bisa pula orang lain miliki, hal2 yang ajaib, sekalipun ia sebenarnya hanyalah bayi biasa seperti layaknya anak2 yang lain.

Cerita tersembunyi ttg saat kelahiran Bobby Meidianto Si Jaguar adalah: Saat malam sebelum Bobby lahir, Ibu Bobby Ny. Zulachir [Sri Rahayu], bermimpi bertemu Rd. Werkudara [Bima Sena] yang tengah babat Hutan Wanamarta untuk lokasi Istana Indraprasta bagi Pandawa.

Dalam mimpi tersebut Ibu Bobby seakan menjadi Dewi Kunti dan sang Bima Sena yang kebetulan melihatnya lalu memegang dan mengangkatnya.

Tak nyana kalau ke Esokan paginya Bobby Meidianto Hasan Madinah lahir juga dalam keadaan Bungkus.  Seperti kelahiran Rd. Bima Sena dalam cerita Pewayangan.  Lahir 1968= Shio Kera/Monyet, Pertanda di payungi Dewa Kera [Sun Go Kong & Hanoman?], Lahir di Awal Mei=  Zodiak Taurus, Pertanda di payungi Dewa Kerbau [Pele & Pao Li Wang?].  Ini cuma menurut kami loh.

II. 1969:

Sayangnya kerukunan hidup rumah tangga Zulachir & Sri Rahayu ini tidaklah berlangsung lama. Mereka berdua bercerai setahun setelah kelahiran bayi itu.  Gangguan yang berakibat keretakan rumah tangga mereka sudah di mulai sebelumnya, sejak Zulachir selalu mendapat tekanan dari Ibunya, yang kurang menyetujui pernikahan mereka. Masih ditambah lagi, akibat ulah dari Ibu kost rumah yang di tempati Siti Ramlah & Zulachir sebelumnya, yaitu: Bu Soemo [yang kelak jadi Mertua ke dua Zulachir], yang ikut merecoki urusan rumah tangga Zulachir & Sri Rahayu. Begitulah di tahun 1969 itu mereka Zulachir dengan Sri Rahayu resmi bercerai.

III. 1971-1972:

Barangkali tanggal/tahun ini agak keliru, namun kira2 benar sebab saat itu Mas Bobby baru berusia sekitar 3-4 tahun. Ia sering berulangkali diajak ibunya ke Delanggu, ke Klaten, naik kereta api, dan lalu juga yang ia masih ingat, Pernah diajak sekali ke rumah kediaman Jendral Darwo Soegondo [yang waktu itu belum jadi Jendral], kerabat sepupu dari Sri Rahayu.

Di bilang sial ya iya, di bilang beruntung ya iya. Jendral Darwo saat itu, sayang sekali ama Mas Bobby Meidianto itu, bahkan kesana kemari menggendong Mas Bobby. Juga seorang dari putrinya yang caem banget tapi saat ini, Mas Bobby lupa siapa namanya.   Kenapa di bilang sial? Saat itu, ibu dan Pamannya entah pergi kemana saat Mas Bobby lagi Bobo’. Dan bingung Mencari ibunya setelah bangun. Hanya kakaknya [putri Jendral Darwo] yang tertulis diatas itu di rumah menemaninya.

Mas Bobby, liatin sebuah kipas angin yang menyala & berputar . Ia heran koq seperti piringan [baling2nya] saat berputar itu dan ia mencoba memegangnya dan ……. huaaaaa….aaaaa…. nangis banget Mas Bobby, jempolnya kena baling2 kipas itu dan membiru serta mengeluarkan darah. Begitulah apesnya, namun kakaknya segera mendatanginya dan menggendongnya dan mengobati lukanya.

Dua tiga hari di situ, Mas Bobby dan Ibunya pulang kembali ke Solo.  Bukan main senangnya, ia karena di beri hadiah mainan yang hebat, yaitu: sebuah Pistol beneran tanpa peluru.  Sayangnya sampai di Solo, pistol  itu tidak pernah lagi ia lihat karena di sembunyikan oleh ibunya dan entah sekarang di mana.

Agak aneh rasanya menurutnya, kalau ayahnya tidak menengoknya saat itu, ia mungkin tak kenal ayahnya. Namun Rasa hatinya benar2 dekat dan akrab sekali saat ayahnya menengoknya di Tempelrejo Punggawan waktu itu.  Begitu juga dengan kakaknya Mas Ketuk/ Devi Rahyuanto, yang hampir2 tidak pernah di rumah. Entah kemana dan dimana ia tinggal. Padahal saat itu Ketuk Masih kelas 3/4 SD. Suasana akrab dan hangat hanya ia dapatkan dari keluarga Pakdenya dan beberapa tetangga, serta keluarga Pakde Suyatno. Sedangkan kakaknya yang bernama Anna Faradiba pun demikian juga.  Bobby baru tahu setelah besar bahwa Kakak perempuannya tinggal di rumah pamannya bernama Om Reno [Pengging Boyolali] dan pernah sekolah di SMPS Neg. Solo juga, dan kemudian ikut tinggal di rumah kediaman Jendral Darwo Soegondo di Gumunggung Solo.

Lalu setelah mau masuk TK, Bobby Meidianto diajak oleh ayahnya untuk tinggal bersama ayahnya di Kampung Joho Solo [Selatan Gremet pinggir rel kereta [utara stasiun Purwosari] [sekarang jl.Sam Ratulangi].  Saat itu mulai sejak Pindah ke Joho, Mas Bobby mulai sering sakit. Terutama sakit napas, terserang Bronchitis. Sejauh yang ia tahu saat itu, ia rasakan bahagia.

1973 Masuk TK gimana rasanya? Wuih gitu deh…katanya…. dianggap paling bandel, gara2 ada cewe yang naksir ia dan akrab [he he he…kebetulan koq juga jadi pacarnya setelah ia SMP]. Juga suka jadi kambing hitam kawannya yang nakal dan merusak sesuatu namun ia yang di persalahkan.  Wah yang ini guru2nya mestinya beban moral nih.

LALU SAAT INI ADA BEBERAPA MOMENT PENTING YANG TAK TERLUPAKAN MAS BOBBY DAN SEMUA ITU MASIH MEMBEKAS DIHATI MAS BOBBY.

Kecelakaan 1, & opname pertama kali, Subekti [adik tiri] meninggal.

Saat itu Mas Bobby belum paham & belum tahu kalau kalau ayahnya telah menikah lagi dengan orang lain, yaitu: Ning Zulachir, putri [anak bungsu] dari Ny. Soemo, pemilik kost tempat nenek dan ayahnya tinggal di Nirbitan Solo [selatan Panularan].

Lalu, tanpa sengaja, suatu sore, saat mas Bobby main2 di rumah Ayah Kakak nya [Devi].  Ayah Devi Rachyuanto /Ketuk adalah: Purnomo, suami pertama Sri Rahayu ibunya Mas Bobby, tahu2 dapat musibah.  Ia yang saat itu baru main pintu pagar, yang bisa keluar halaman, tahu2 terlempar saat ada kendaraan/sepeda motor lewat, entah itu kesamber ataukah ia terlepas pegangannya, dan langsung terlindas badannya. Mungkin sempat pingsan, tapi ia masih ingat, kawannya berlari teriak2 dan ibunya datang dan segera menggendongnya ke rumah.

Sampai di rumah, tahu2 Mas Bobby merasa mual dan muntah, tapi yang ia muntahkan bukannya makanan, melainkan  segumpal darah kental agak kehitaman,  kira2 semangkuk bakso yang kecil, dan lalu sekali lagi hanya sedikit, berwarna merah muda. Ibunya hampir pingsan mungkin melihat kejadian itu. Ny. Sri Rahayu beserta tetangganya segera membawa Mas Bobby opname ke RS Panti Kosala.  Ada mungkin tiga minggu Mas Bobby di opname.  Saat itu berulangkali ayahnya menengok dan mengawaninya.  Lalu baru saja ia pulang dari RS , baru sampai rumah dan Belum sempat istirahat, pamannya bernama Syahrum yang saat itu ikut tinggal bersama ayah Mas Bobby, datang dan memberi kabar kalau Subekti, putra Kedua Zulachir [putra pertama dg Ning Zulachir] [Adik tiri mas Bobby] [Kakak Taufik Kelana] yang baru lahir, meninggal dunia.

Pengalaman mistik [hantu?] 1x.

Lalu setelah hal itu, sudah benar2 Mas Bobby itu sehat, suatu ketika ia dengan teman2/tetangganya main2, ia lihat entah itu ikan apakah burung/ayam alas, terbang berlenggok, bulu/sisiknya berkilau warna warni, lewat di atas genting Rumah mas Bobby.  lalu yang kedua kali adalah, sebuah pesawat mainan, berbentuk pesawat jumbo, mungkin dengan remote kontrol, terbang dan menyangkut di pohon Jeruk Bali di pekarangan rumah tetangga depan rumah Mas Bobby, dan mas Bobby bersama kawan2nya memanjat pohon itu untuk mengambil mainan itu, tapi anehnya,  jarak yang hanya sedikit lagi itu, tak bisa mencapai pesawat mainan itu, hingga mas Bobby lalu turun dan mengambil bambu genter, dan memanjat lagi. Saat itulah, [padahal tetangganya ada juga di situ tapi diam saja], ibu mas Bobby menyusulnya dan menyuruhnya turun dan tidur, dan Mas Bobby baru tahu k alau mainan itu tidak ada, hanya terlihat olehnya dan kawan2nya yang tadinya melihatpun juga heran karena mainan itu tak kelihatan lagi, namun mas Bobby masih melihatnya.  Tahunya ya….dari kebingungan ibunya Mas Bobby ketika Mas Bobby bilang ada pesawat pakai remote, nyangkut di pohon itu dan tempat nya nyangkut justru di paling pinggir depan rumahnya Mas Bobby, hingga kalau benar2 ada, orang lain pasti akan langsung melihatnya pula. Kini setelah besar, barulah Mas Bobby insyaf bahwa, Setan hampir saja membunuhnya saat itu. Bayangkan kalau ia jatuh dari pohon itu.

IV. 1975-1983:

* Masuk SD 110 Manahan II Solo, dan SMP Negeri 5 Solo.

Lalu di tahun 1975, Saat ia mulai akan lulus TK dan lalu masuk SD, keluarganya pindah ke Kampung Gremet Kulon, di jalan Brantas no 32 [Sekarang Sri Gunting VII no 32] dekat garasi Bus Sri Mulyo dulu.

Saat itulah ia mulai mengenal arti kata SEDIH. Betapa tidak, ayahnya mulai suka memukulinya kalau pas beliau marah. Apalagi kalo pas lagi mengecek apakah ia sudah bisa pelajaran sekolah ataukah belum. Dan kejamnya melebihi kekejaman neneknya yang sering pula memarahi dan memukulinya.  Sedangkan ia belum pernah di perlakukan begitu oleh ibunya.

Tak bisa di hitung, berapa kali wajah dan tangannya luka memar di pukul pakai penggaris dan kayu, karena ia bingung dengan cara mengajar matematika ayahnya.  Dan percaya atau tidak, mas Bobby bukan cuma sering dapat nilai 2 ataupun nol untuk pelajaran matematika, tapi juga jadi benci pada pelajaran matematika, apalagi di kelas dua dan tiga yang guru2 matematikanya nya juga galaknya setengah mati.

Oleh sebab sakit napas itu juga, Bobby jadi jarang ikut senam pagi. Da juga ada satu peristiwa yang selalu sampai sekarang masih diingat dirinya. SDN 110 Manahan II [Belakang Kantor Kalurahan Manahan] tempatnya sekolah, bersebelahan dengan SDN 47 Manahan I, namun tanpa pembatas pagar.

Bel tanda masuk, istirahat, dan pulang sekolah, di SD 110 pakai besi dipukul dan di SD 47 pakai lonceng seperti milik penjual es keliling. Namun Bobby tidak paham kalo yang membunyikan bel itu bukan guru kelas atau kepala sekolah, melainkan tukang kebun sekolah. Yang menjadi pemilik kantin tempatnya sering beli makanan dan minuman. Dan kebetulan saat itu yang punya kantin baru satu dipakai dua sekolahan itu.

Begitulah, saat Bobby melihat lonceng untuk tanda bel itu, yang ia kira, milik Tukang kebun untuk jualan es, ia ambil begitu saja dan ia bunyikan sambil becanda dengan kawan2nya. Dan….tahu apa yang terjadi? Bukan cuma tukang kebunnya yang kaget, tapi juga munculah Kepsek SD 47 dengan kerengnya, ternayta wanita tua dan jelek dan galaknya minta ampun melebihi kegalakan neneknya.   Dasar sudah pikun pbegitu pikir Bobby sekarang ini, Kepsek itu [Bu Jul namanya] langsung marah2 dan menstrapnya tanpa ia itu tahu atau tanya dulu, Bobby itu muridnya atau bukan.  Dan Bobby baru bebas setelah tanpa sengaja Ibu Sarpingah Kepseknya, baru datang dari Kantor Dikbud, dan melihat Bobby hanya diluar saja dan tidak ikut pelajaran. Dan barulah setelah Ibu Sarpingah minta maaf kepada Bu Jul itu, Bobby baru boleh bebas dan masuk kelas. Dan mulai sejak itulah, Bobby mulai menjadi musuh bebuyutan Bu Jul itu, yang kebetulan tetangga lain RT namun sama2 kampung Gremet Kulon juga.

Saat mulai kelas 1 hingga kelas 3 SD itu, Mas Bobby masih minderan.  Tak bisa bersosialisasi dengan baik, dalam arti, ia lebih suka sendirian dari pada ama kawan2nya kecuali teman dekatnya dari gang yang sama yaitu: Gang Brantas itu. Namun mulai kelas 4 ia mulai normal bersosialisasi, dan itupun punya kisah unik.

Kls 2:

Tahu2 mendadak lemas dan tidak tidak punya daya dan tidak bisa gerak. Ayah Letkol Bobby segera membawanya ke RSU Pusat Mangkubumen. Mungkin kira2 dua minggu Letkol Bobby Meidianto di rawat disana. Tahu tidak? Kira2 semingggu Letkol Bobby dirawat , tahu2 ibunya datangi ia di rumah sakit itu dan lalu menungguinya hingga Letkol Bobby Meidianto benar2 sembuh, dan memang begitu ibunya datang, Letkol Bobby jadi cepat sembuh. Rupanya memang benar kata Dokter, Mas Bobby bukannya sakit, namun rindu.

Kls 3 SD:

Mulai Kelas 3 SD itu ia mulai mengenal Pramuka dan kebetulan para pembina Pramukanya benar2 Akrab dengannya, juga, ada dua atau tiga anak baru yang justru malah akrab dengan Bobby Meidianto kecuali yg cewe, sebab justru kawan baru Mas Bobby itu dua2nya punya Doggie, yang asyik. Yah…dua doggie milik mereka itulah bersama beberapa doggie lainnya yang di kemudian hari, lalu ikut masuk kelas dan bikin guru Mas Bobby kebingungan, koq mau ikut belajar [sekolah]? [Pernah kami tulis dalam lain web].

Lalu ada satu hal yg lain lagi, tiba2 ia sembuh dari penyakit Bronchitisnya. tahu mengapa?  Saat kelas 3 itu ia benar2 mendesak ayahnya agar diperbolehkan untuk ikut Piknik ke Pantai Samas [Laut selatan]. Kata Bu guru, udara di Tawangmagu [Panti Petirahan Anak di Tawangmangu [Gunung Lawu] bersih dan sejuk cepat untuk menyembuhkan anak2 yg berpenyakitan sama seperti Mas Bobby, demikian juga udara di pantai. Oleh sebab itulah ia ingin ikut piknik itu, namun ayahnya keberatan, entah alasan keselamatan ataukah karena sakitnya Mas Bobby. Dan akhirnya, koq begitu di perbolehkan, selama perjalanan bahkan hingga pulang tidak kumat sakitnya dan bahkan sembuh total, tak pernah sakit2an lagi .

Kls 4 SD:

1. Kalau anda seorang kutu buku mungkin pernah baca buku cerita LONE RANGER dan HALILINTAR KECIL.

Dua kisah tersebut diatas ada hubungannya dengan KUDA.

Apa hubungannya dg Jaguar ini?

Saat masih kecil menurut Bobby si Jaguar, ia selalu memimpikan menunggangi kuda. Bahkan ia sering merengek pada ayahnya , minta di belikan seekor Kuda. Suatu permintaan yg aneh ya?  Itu saat Jaguar masih belum TK hingga kelas 2 SD.

Namun tak di nyana sama sekali seiring dengan semakin kuatnya keinginan itu, sebab ia sering nonton film Rin Tin Tin,  dan film2 Koboi lainnya, akhirnya suatu ketika ia benar2  mendapatkan keinginanya itu, bahkan dengan amat  mengejutkan sekali.

Kelas 3-4 SD 1978-1979 ia sering pergi bermain di Lapangan Manahan Solo, karena teman2 sekolahnya banyak yang berasal   dari Asrama BRIMOB [Poltabes Solo sekarang].

Dan kebetulan saat itu Lapangan Manahan masih aktif dan  terkenal sebagai Tempat ajang latihan Panahan [memanah]  dan Pacuan Kuda.

Suatu ketika ia, bermain di situ juga sambil menonton acara  Pacuan Kuda. Saat itu hari Minggu. Ia tampak keluyuran ke kandang2 kuda dan tempat kuda2 yg akan  dilombakan di rawat. Tiba2 terjadi keributan agak jauh dari  situ [dekat kolam renang Tirtomoyo Manahan Sekarang],  seekor Kuda tahu2 mengalami kepanikan dan mengamuk. Ada seorang terluka tertendang kakinya dan lalu kuda itu lari kencang sementara orang2 di sekitarnya yg kaget lari menghindar. beberapa orang yg mengejarnya pontang panting. Secara kebetulan kuda itu berlari ke arah Bobby berada. Saat itu banyak yg melihat itu berusaha mendekati kuda itu dan memegang nya. tapi kuda itu seperti kuda rodeo yang galak sekali.

Tiba2 saat kepanikan itu,  tampak  seorang anak kecil justru  berlari menyongsong kuda itu , orang2 jadi kaget dan berteriak kawatir anak kecil itu ketabrak dan terinjak kuda itu. Tak di sangka sama sekali, ketika hampir bertabrakan, anak kecil itu menghindar ke samping dan tahu2 ia melompat ke punggung kuda itu dan memegang tali kekang kuda itu dan lalu beberapa detik kemudian ia berusaha mengendalikan kuda itu yang sempat berjingkrak-jingkrak sambil lari.

Tak lama kemudian kuda itu mau menuruti penunggangnya  itu. Ia lalu terlihat rileks, dan berhenti berlari. Orang2 di situ kagum sekali, bahkan si pemilik kuda itupun  saking senangnya memberi anak itu uang dan  mengijinkannya menjadi joki dalam pacuan itu  kalau ia sedang main ke situ.

Namun ketika akan di beritahukan kepada orang tuanya, anak itu bilang Ia bernama Bobby dari SD 110 Manahan II, dan ia takut di marahi ayahnya kalau ketahuan ia mengikuti lomba itu, jadi ia minta agar tidak di beritahukan ayahnya.

Hebat kan si Jaguar itu?  Tiap kali ia ikut jadi joki, kuda yg di tungganginya selalu ia menangkan. ia hanya melakukannya saat ia bermain ke situ selama pertandingan pacuan kuda itu pada sore hari sepulang sekolah. [Info dari seorang pemilik Ranch di Bandung yg menjadi Boss pacuan kuda itu yg kudanya di pakai Bobby itu].

Lalu saat kelas 5 SD juga masih ada lagi kejutan [di ceritakan seorang sahabat ayah Bobby di Kantor Dirjen Pajak Solo] yg di ceritakan oleh ayah Bobby. Saat itu Bobby Meidianto, dan adik tirinya [Taufik Kelana] serta Rina Susanti [anak pamannya] diajak piknik ke Tawang Mangu. Di situ juga di ajak naik kuda. tapi tidak di sangka oleh ayahnya, tahu2 kuda itu yang  semula di tuntun oleh pemiliknya, justru di pacu oleh Bobby  Meidianto hingga ke sebuah lapangan dan di situ ia putar2kan  kuda itu dengan riang. Bahkan karena kepinginnya melihat  Bobby seperti itu, Rina Susanti yang juga masih kelas 2 SD,  kepingin sekali dan tahu2 ia pun juga berbuat hal yang sama  dan Hebat sekali kedua anak2 ini. Bagaikan cerita2 dalam film  itu. LUAR BIASA Kan?

Kata Bobby, kalau Rina Susanti itu, yang kini ada di RIAU atau  Jambi baca ini IA pasti teringat ini.  Hampir seperti cerita anak2 ajaib ya?

Namun disaat Kelas Empat SD itu, setelah ikut pacuan kuda itu, Mas Bobby kembali harus dirawat di RS.   Seperti biasa, ia selalu bermain2 di Lapangan Manahan itu bersama teman2nya . Saat itu  Jam empat Sore. Namun udara yg semula terik mendadak mendung gelap dan angin pertanda mau hujan menjadi bertiup agak kencang. Mas Bobby sudah merasakan hal yg tidak beres. Temannya berpamitan, dan hanya ia yg pulangnya harus menyeberang jalan besar depan Mapolwtabes sekarang [SMA 4]. Mau nyeberang, Ia sudah merasakan pening dan orang2 yg naik kendaraan seperti kesetanan kencangnya. Namun saat yg ia tunggu itu tiba, jalan benar2 pas sepi dan ia kayuh sepedanya menyeberang jalan, namun entah kapan ia tidak melihat ada sebuah vespa dari sebelah kiri dan tahu2 ia merasa melayang dan lalu gelap. Tahu2 ia melek lagi, ia dalam keadaan di bopong oleh beberapa orang dewasa kepinggir jalan dan lalu langsung di bawa ke RS. Tak berapa lama ibu tirinya datang ke RS itu pula, lalu baru kemudian setelah Ayahnya pulang, langsung pula ke RS itu.  Awalnya ia merasa sesak napas, namun hanya sebentaran, dan lalu hanya ia tidak punya tenaga sama sekali untuk bergerak. Kata dokter kemungkinan ia menderita gegar otak ringan. Namun koq opnamenya sampai satu bulan? Pas saat itu kembali ibu Kandungnya Sri  Rahayu datangi dia dan akhirnya menungguinya di RS selain Neneknya.

Lalu setelah pulang ia sedih sekali, sebenarnya, udah wajahnya jadi buruk [ jerawatan], ditambah teman2nya dan beberapa gadis adik kelasnya yg ia senangi koq jadi menjauh, rupanya, ada seorang gurunya bilang kalau Mas Bobby jadi seperti orang gila dan mengigau sendiri teriak2 di RS, padahal yg seperti itu, seorang pasien dewasa di ruang sebelahnya yg sebelumnya memang sekamar. Yang orang itu, belum sadar juga sampai satu minggu lebih di RS itu.

Namun lama2 kawan2nya mulai biasa lagi sampai ia lulus , mungkin karena melihat kenyataannya bahwa Mas Bobby masih seperti yg dulu. Tapi, Yuyun adik kelasnya yg ia benar2 saat itu udah naksir berat, tak mau lagi dekat2 dengannya bahkan hingga ia lulus SMP dan akhirnya Mas Bobby lupakan ia.

2.KUBURAN DAN PERKUTUT.

TULISAN INI BERDASARKAN CATATAN MAS BOBBY MEIDIANTO YG IA LUPA KAPAN KEJADIANNYA ITU, SAAT MASIH SMP ATAUKAH SUDAH SLTA, NAMUN YG JELAS SAAT ITU IA SEDANG JALAN2 SENDIRIAN KE PASAR MALEM [MALEMAN SRIWEDARI]. SETELAH IA CAPEK DAN PUAS LIHAT2 BERBAGAI MACAM TONTONAN MENARIK DI SRIWEDARI ITU, IA BERANJAK PULANG. NAMUN SESAMPAINYA DI STADION SRIWEDARI, IA MASIH MAMPIR LAGI KARENA IA MELIHAT KERUMUNAN ORANG PADA SEORANG YG DUDUK DI TIKAR DG DI TERANGI LAMPU THINTIR [?] REMANG2.

RUPANYA ORANG ITU BERPROFESI PERAMAL. SAAT SUDAH TAK ADA LAGI ORANG YG DI SITU, ISENG BOBBY MEIDIANTO AJAK ORANG ITU NGOBROL. LALU SKADAR MEMBERI SEDIKIT UANG, BOBBY MINTA DI RAMAL JUGA.

BUKAN APA2 SIH, SOAL MINTA DI RAMAL, NAMUN MELIHAT HASIL RAMALANNYA ITU ORANG TUA ITU SENDIRI KAGET .

PASALNYA DALAM KARTU RAMALAN ITU ADA DUA GAMBAR YG AGAK BERTOLAK BELAKANG NAMUN SEMUA MENJURUS ARAH YG BAGUS KALAU TIDAK AMAT …TIDAK BAIK.

KARTU SATUNYA BERGAMBAR KUBURAN, DAN KARTU SATU LAGI BERGAMBAR BURUNG PERKUTUT DALAM SANGKAR YG DI GANTUNG DI TEMPAT TINGGI.

IA BERTANYA APAKAH ADA AYAH ATAU IBU BOBBY YG TELAH MENINGGAL? DAN IA KELIHATAN AGAK BERAT MENGATAKANNYA, SEPERTINYA IA TAKUT MENJAWAB PERTANYAAN BOBBY YG CENDERUNG POLOS. IA BILANG: “SERINGLAH KE MAKAM ORANG TUAMU KALAU BELIAU SUDAH MENINGGAL”.

LALU SATUNYA LAGI DG GAMBAR BURUNG, IA BILANG ITU ARTINYA IA ITU MUNGKIN AKAN SERING BEPERGIAN JAUH [MERANTAU].

TAPI KEDUA HAL TERSEBUT SEKARANG TERJAWAB SUDAH SPERTINYA. KEDUANYA MENUNJUKKAN ARTI:

”KERAMAT”

YG ARTINYA KURANG LEBIH BAHWA BOBBY AKAN SERING MENGUNJUNGI TEMPAT2 KERAMAT DAN MENJADI ORANG YG TERPUJI SEPERTI BURUNG PERKUTUT ITU, MALAH SEKARANG ADA BEBERAPA YG MENGANGGAP BOBBY ITU SEPERTI BLAWONG [ Blawong=Perkutut Keramat=Perkutut yang karena Sangat Merdu dan Indah Suaranya lalu di pelihara oleh Raja]. Di saat yang berikutnya memanglah terbukti bahwa, IA mendapat kesempatan menjadi Orang2 yang amat sangat di percaya dan diangkat sebagai Anggota Detasemen Khusus Kepercayaan Presiden Soeharto.

V.1983 Akhir:

SMP Neg. 5 Solo. Ikut Kontingen Pramuka Jambore Daerah V di Candisari Ampel Boyolali. Dan bertemu dengan: Yuliana Limar Triwanityastuti (kontingen Boyolali), Maulida Meinaswati (kontingen Semarang), Litawatie (kontingen Solo), Rosa Vijayanti (kontingen Solo).

VI.1983-1984:

* Lulus SMP dan masuk Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial [SMPS] Neg. Solo. (Sekarang SMK Negeri 7). Sebenarnya IA di terima di SMA Negeri 3 Solo, namun karena IA malu di katakan dapat diterima di situ hanya sebagai Cadangan saja, maka IA memilih SMPS yang jelas lulus penuh. Hal ini karena sudah terjadi kedua kalinya, seperti saat IA masuk ke SMP Negeri 5 Solo. Ia di katakan tidak masuk skets, dan terpaksa harus membayar, dan itu terjadi karena Ketua BP 3 nya dan Kepala Sekolah nya mengenal ayahnya yg Ka. Sie PPL Kantor Dirjen Pajak Surakarta.

Ini benar2 sekolah yg paling yahud sedunia kata Letkol Bobby Meidianto. Ga kalah ama BOPKRI sebenarnya. Anda mungkin ga akan paham, dan mungkin ga akan percaya, namun tanyakan saja ama kakak2 kelas & mantan kawan2 seangkatannya.

Sekolah ini, adalah sekolah yg muridnya paling banyak mendapatkan kasus, Guru2nya paling Gokil & akrab ama murid2nya,  Dan anda mungkin akan step berat bila menjumpai anak2 SMPS saat itu, kalau ga sampai nginep2 di Sekolahan untuk kegiatan, masak2 bersama, dan mbolos [ijin keluar kelas] rombongan dengan alasan Melayat [ta’ziyah/menengok rekan2nya yg sakit] bahkan sampai Pacitan & Musuk [dekat kampung halamannya Pak Harto di Merapi],  Gonta-ganti pacar,  Keluar masuk BP, nyetel Radio di kelas kalau pas Pelajaran kosong, Pulang pagi, Ikut pasang SDSB & Porkas & merokok [yg ini pelanggaran sebenarnya, itulah sebabnya keluar masuk BP], tapi NGGendero di mana2, [Asal tahu aja, banyak aktifis SMPS saat itu kalau pas pulang kampung mereka juga jadi Penggerak & Aktifis PKK, Pramuka, & Karang Taruna serta Pemuda Masjid & Gereja  di kampung Halamannya masing2 & itu hampir menyeluruh se- Jawa Tengah & DIY serta Jawa Timur, juga hampir di setiap kegiatan yg diadakan oleh Pemda & Organisasi2 Daerah Provinsi maupun Pemkot pasti ikut & tidak jarang jadi juara].  Tahu tidak Tim Komando PMR { Palang Merah Remaja } SMPS Neg. SOLO,  1988 menggondol juara 1 & Juara Umum sekaligus Se- Jawa Tengah.

* Pacaran dengan Yuliana L.T berlanjut hanya sampai pertengahan tahun.

* Kenal Endang Sugiyanti kawan sekelasnya dan pacaran hingga kelas 4.

VII. 1986:

* Kelas 2 SMPS:

*Mimpi menjadi Marinir dan menaiki [menyetiri] Kapal Patroli.

Suatu malam pas Bobby tidur, ia mimpi, sedang menaiki [menyetir] kapal patroli, milik angkatan laut dengan memakai seragam marinir, yang ia ingat, baretnya itulah yang bikin ia tahu kalo ia pake seragam marinir.   Mimpinya itu jelas sekali, namun ia anggap hanyalah kembang tidur saja. Namun ia jadi rindu dan ingin masuk TNI. Tak disangkanya beberpa waktu kemudian mimpinya itu, jadi kenyataan, IA jadi seperti weruh sadurunge winarah.

* Dapat tugas dari sekolah, untuk memimpin Tim Pramuka SMPS, ke dalem Kalitan Solo (Pemindahan Makam Ibunda Ibu Tien Soeharto).

Suatu, pagi, saat liburan semester/pas libur kenaikan kelas, tahu2 ia kedatangan tamu, kawan sekelasnya, Endang Setyaningsih dan Nanik, yang menjadi pengurus pramuka juga di sekolahnya. Berita yang didapatnya pagi itu adalah:  Dipangggil oleh Pembina Pramukanya Pak Haryoto, untuk segera ke Sekolahan menghadap pembinanya itu dengan seragam lengkap, bocoran info adalah: Ibunda Bu Tien Soeharto meninggal Dunia dan akan dimakamkan di  Solo, dan Mas Bobby harus mimpin Tim Pramuka dari SMPS Solo. Ternyata adalah pemindahan Makam Ibundanya Bu Tien Soeharto [Ny. Soemo Haryomo] [di sini kami tidak cantumkan gelarnya sebab belum tahu yg benarnya].

Segera kurang dari setengah jam, Mas Bobby sudah siap di sekolah, dan ternyata benar, ia mendapat perintah itu dari Pembina pramukanya bahkan dengan wanti2 harus sampai di Makam Astana Giri Bangun Mengadeg.

Sampai di Dalem Kalitan, Bobby dkk, segera, ikut persiapan penyambutan. Bobby dan beberapa kawan masuk ke tempat penyimpanan peralatan dan bunga tabur, sedangkan yang cewe segera membantu, di lain tempat.  Tak dinyana, saat itu pas baru dua kali ambil bunga, rombongan Pak Harto dan Jendral2 sudah datang.

Lagi mau ambil bunga, koq….? Pak Harto dan Ibu Tien serta Bu Tatiek [ buliknya Mas Bobby yang jadi Sesepuh Mahayana penasehat spiritualnya Bu Tien Soeharto], dan Jendral Moerdhani langsung ke dalam ke tempat Mas Bobby mengambil bunga2 tabur itu, dan ngobrol sebentar dengan seorang wanita kerabat dalem Kalitan, dan bikin Mas Bobby Kaget.

Kagetnya yaitu, saat Bobby menoleh, dan memandang Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto itu, bukan main katanya, Pak Harto seperti di selimuti cahaya putih terang dan bersih namun terasa teduh, dan Ibu Tien Soeharto, seperti ada bulatan lingkaran cahaya keemasan di sekeliling keapala dan wajah beliau, mirip gambar Dewi Kwan Im yang  pernah ia lihat.  Segera Mas Bobby beranjak mendekati beliau berdua dan melakukan sungkem menyalami dan cium tangan beliau berdua, di ikuti oleh kawan2 mas Bobby. saat itu Pak Harto dan ibu Tien hanya tersenyum. Lalu Mas Bobby kembali ketempat simpanan bunga tabur dan membawanya masuk ke truk AURI.

Tahu2 mas Bobby di dekati seorang CPM dan di suruh masuk kembali ke dalam, “Dipanggil oleh Bapak!” katanya.  Mas Bobby tergesa segera masuk dan di panggil oleh, orang yang ia kenal kemudian sebagai: ”Pak Dhenny Pokdja’, lalu diajak masuk ke ruangan lain dimana Pak Moerdhani sudah menunggu. Singkat kata saat itu mas Bobby di ajak untuk ikut tugas negara menjadi TNI, bila mau, namun sambil masih sekolah.  jawab mas Bobby tanpa pikir panjang, mau, dan lalu disuruh temui pak Dhenny pokdja itu di hari berikutnya.  Lalu setelah itu, Bobby segera ikut Mobil Ke Makam bersama rombongan lainnya.

Sampai di makam Astana Giri Bangun, Mas Bobby bahkan ikut sebagai pengusung Jenasah, bersama beberapa anggota Kopasus. Lalu setelah itu biasa-biasa saja. Pulang langsung ke SMPS Solo.

* Direkrut oleh Bp. Jendral LB. Moerdhani, [Mimpi yang menjadi kenyataan]. Diatas itulah kisah ttg Perekrutan Bobby Meidianto menjadi anggota Den Harin. Namun itu belum final. Saat itu beberapa hari selanjutnya ia di tunggu di Markas AURI Adi Sumarmo.  Ia juga tidak paham untuk apa ia itu di suruh ke situ soalnya, tidak di bilang ia akan di masukkan TNI AD, AU apa AL nya.Dan ternyata, di situ ia hanyalah diberitahu untuk ikut test masuk TNI dan itu harus ia lakukan di Magelang, dan di Gunung Tidar. “Lumayan berat”, kata Letkol Bobby sekarang. Rupanya test yg harus ia lalui adalah test untuk masuk Pembaretan Kopasus. GOkiiiillll banget tuh! Ngeriiii deh!.

Beberapa waktu kemudian, setelah ia di nyatakan lulus, hal yg harus ia lalui adalah mengikuti latihan rutin , di beberapa Markas TNI, dan ternyata hal itu diterapkan pula entah sejak kapan oleh Kerajaan Inggris untuk para putra mahkotanya, yaitu: mengikuti training lengkap di semua angkatan [AD, AL , AU, n Kepolisian].

Mimpi yg ia alami jadi kenyataan ketika ia mengkuti latihan sebagai Patroli lepas Pantai, di Laut  Selatan. Ia benar2 mengenakan seragam Marinir waktu itu. [Perlu diketahui bahwa saat masih latihan itu, Letkol Bobby, di beri seragam gonta-ganti sesuai dengan tempat ia di latih] namun yg Letkol Bobby tahu, ia hanya sekali memakai seragam Kepolisian, sebab untuk Kepolisian ia tidak di training di markas2 Kepolisian, tapi hanya di Tempat khusus, yg sebenarnya kami sembunyikan pun percuma juga sebab, Letkol Bobby memang pernah ikuti latihan di Banyu Biru Ambarawa, dengan nama & identitas samaran.

* Pertemuan pertama dengan Pangeran Sambernyawa dan Kanjeng Ratu Segara Kidul serta P. Honggowongso, dan Dewi Anjani Penguasa Gunung Rinjani NTB. (Tanpa Medium).

VIII. 1987:

Berkenalan dan pacaran dengan Endah Rachmawati Effendi, dan Badriyah Al Musyarifah dan beberapa lagi lainnya.

IX. 1988:

* Lulus SMPS.

* Mendaftar ke Depsos Kanwil Yogya, tidak di terima. Mendaftar lagi ke Satgasos juga tidak diterima.

* Kedua hal tersebut diatas baru di ketahui bahwa itu semua karena instruksi Bapak L.B. Moerdhani.

* Menikah dengan Sri Andriarsi adik kelasnya.

* Latihan Pilot Fighting Mirage 2c n Mirage 2000 di RAFF setengah tahun.

* Berkenalan dengan Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darusalam (satu skwadron).

X. 1990:

Pergi Ke Lombok, NTB,  1x.

a. Bertarung Vs Leak,

b. Bertemu dg Penguasa Gunung Rinjani langsung.

c. Ketemu Naga, di Gunung Pusuk,

d. Bertemu dg Binatang Purba.

[http://BobbyMeidianto.wordpress.com/2009/11/08/ular-naga-di-gunung-pusuk/]

1990, Lombok Barat.

Ini adalah kisah saat Letkol. Bobby Meidianto kerja di Penerbitan 3 Serangkai Solo, dan di tugasin menjadi sales di Mataram Lombok Barat. Satu diantara pengalamannya saat itu, selain ia bertarung lawan Leak, bertemu dengan Penguasa Rinjani, dan bertemu dengan mahkluk Purbakala..

Kala itu biasa setelah keliling supervisi atau pedekate ke Guru2 di wilayah tugasnya Ampenan, Letkol Bobby Meidianto, ingin sekali menyendiri mencari udara lain. Setelah mandi sore itu, Ia segera melarikan motornya jalan2 cari angin. Bukannya cari cewe tapi justru pergi ke arah yg amat sangat he he he…saat itu masih termasuk angker. Yaitu gunung Pusuk, masih di wilayah Lombok Barat sekitar 16 km dari Mataram [katanya sih].

Sampai di situ yang memang lokasinya kata Letkol Bobby Meidianto mirip di Candi Sukuh Karanganyar [Tawangmangu], masih asli dan alami sekali, kalau siang bahkan anda bisa menjumpai rombongan monyet [kera] bergerombol di pinggir jalan di situ.

Letkol Bobby tahu tempat itu, setelah kawan2nya membuka lahan di wilayah Lombok Utara [Tanjung, Bayan, Gangga = arah pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Barat].

Sampai di situ ternyata warung kopi, di tempat itu masih buka. Segera saja Letkol Bobby yang ingin santai mampir di warung itu dan memesan segelas kopi manis kesukaannya.

Baru beberapa saat ia duduk dan menyeruput kopinya tiba2 terdengar suara aneh yang amat ribut dan hingar bingar. Suara itu mirip desisan loko uap dan namun sangat keras sekali, dan entah gimana kata Letkol Bobby Meidianto sulit menggambarkan suara aneh tersebut. Tapi yg jelas suasana alam di sekitar tempat itu amendadak berubah drastis, sebab mulai dari jauh, dengan cepat pohon2 patah bertumbangan seperti dilanda sesuatu. Tak bisa di bayangkan oleh Letkol Bobby waktu itu, ia benar2 merasa memasuki dunia film, monster atau binatang purba atau alien, melihat hal itu. [Hiiih ngeri deh].

Belum lagi sempat habis terkejutnya Letkol Bobby bersama si pemilik warung itu, tahulah mereka berdua, seekor babi hutan besar [hampir sebesar anak kerbau/kerbau muda] lari lewat kearah lain dan tahu2 di belakangnya …menyusul [tahu2 yg muncul:] kepala ular sebesar drum minyak tanah, dan menyusul badan serta ekornya lewat begitu saja, dan tanpa ampun gerakan badan ular itu yang agak seperti berlenggok, menyabet pohon2 di sekitarnya dan membuat pohon2 itu tumbang.

Berdua Letkol Inf. Bobby Meidianto dan laki2 pemilik warung shock, melihat hal itu. Kepala ular itu sebesar drum dan panjangnya lebih kurang sedikitnya 30-40 meter.

Anda mungkin tidak percaya kalau tidak melihat sendiri, namun Letkol Bobby yg melihatnya langsungpun heran juga, sebab, wilayah itu kalau dilihat dengan peta atau dari atas, pastilah, melewati dusun2 juga, sekalipun itu berupa hutan ribuan hektar hingga gunung Rinjani. Dimana ular itu bersembunyi sebelumnya?

Dan ternyata tempat ular dan Babi hutan itu menghilangpun juga aneh, sebab selain tanda2 pohon2 yang patah itu, juga tidak jelas kemana mereka pergi.

Segera setelah habis /hilang rasa lemas di kaki Letkol Bobby , lalu segera beranjak pergi setelah membayar dan si pemilik warung ia tawarin untuk ikut ia antar, untunglah sepeda motor yg ia parkir di samping warung tidak ikut terlindas ular itu dan ataupun ketimpa pohon yg bertumbangan. “Itu motore Mbak Enny Rahmah, Bosse 3 Serangkai, wehhh!” katanya Letkol Bobby Meidianto.

Esoknya, Letkol Bobby kebetulan diajak lagi oleh Dondy, kawannya yg membuka wilayah di Lombok utara itu, sekali lagi lewat situ untuk menuju Gangga. Dan mampir juga lagi di tempat itu. Kali ini yg ada di situ adalah penjaga hutan, dan tatkala di tanya Dondy: “koq pohon2 disitu pada bertumbangan apa ada angina?”, di jawab: “bukan angin tapi ular, besar sekali”.

Dondy & kawan2 Letkol Bobby tak ada yg dikasih tahu sebelumnya oleh Bobby lantaran ada kawan Bobby yg nyinyir dan pendengki, yg pasti menghinanya [mencelanya] bila ia ceritakan hal itu. Tahu tidak seberapa sirik dan pendengkinya orang itu?

Setelah Dulu Letkol Bobby cerita pernbah kerja di Bangunan, lalu di ejekin terus karena waktu kerja di situ saat menurunkan buku2 dari truk, ia kelihatan letoy, yang sebenarnya Letkol Bobby lagi ga niat sebab ia masih dalam masalah keluarga yang bikin ia stress.

Lalu lagi, tatkala Letkol Bobby cerita ttg Napak Tilas Probosutedjo, yg di selenggarakan UNS Solo, ia di paido [bhs. Jawa][di cemooh/ di cela], “Apa Probosutedjo itu pahlawan atau dari TNI?, Jasa2nya apa koq pakai di napak tilasi?” [Padahal semua Kan tahu kalau Probosutedjo itu Jendral, dan Letkol Bobby juga paham bahwa Jendral Probosutedjo itu juga Pengiringnya Panglima Besar Jendral Sudirman, yg ditugasi untuk menjadi tim kamuflase].

Juga tatkala Letkol Bobby cerita ttg proses pembuatan mutiara, dan ada jenis2 mutiara hitam, merah jambu dan biru, lah koq, sekali lagi orang nyinyir itu mencemooh Mas Bobby, yang ia bilang sudah miring dan sok tahu.

Namun Allah berikan pertolongan kepada Letkol Bobby. Secara tidak sengaja pas Letkol Bobby sakit habis bertarung vs Leak, kawan2nya tanpa orang nyinyir itu, datang menjenguknya di rumah kontrakan kakak Letkol Bobby [Devi Rachyuanto & Baiq Pujiati] di jalan Kapuas Raya Perumnas Tanjung Karang AMPENAN, tidak sengaja seorang ettangga Kakaknya sedang main ke situ sambil membawa majalah Femina atau Kartini, yg memuat dua hal tersebut. Satu memuat berita ttg kehidupan pribadi Jendral Probosutedjo Sutejo, dan satunya lagi, adalah proses pembuatan mutiara itu dan di situ ada di muat juga gambar2nya mutiara berwarna hitam, merah jambu, dan biru serta ungu.

Luar biasa kan?

Itulah bedanya orang yang baik yg dikasihi Tuhan dengan orang yg sirik hati.

Barulah saat itu Kawan2 Letkol Bobby diam2 lebih percayai Letkol Bobby dari pada si nyinyir itu.

Masih di tambah lagi, saat dua kali setelah kejadian bertemu ular di Gunung Pusuk itu, juga pas lagi dalam perjalanan menuju Gangga, dan Bayan, tiba2 saat melewati padang rumput / savana di situ, tiba2 [Kebetulan Letkol Bobby yg memboncengkan] tiba2 dari rerumputan muncul seekor binatang yang sulit di bayangkan masih ada di saat ini. Tahu tidak? Bentuknya sih kata Letkol Bobby, benar2 persis deh ama buaya, dan panjangnya hanya sekitar 2 meter, dan Cara jalannya juga. Yang bikin mereka berdua terkejut itu, buaya itu punya sirip atas sama seperti sirip ikan layaran, setinggi satu meter. Binatang itu sempat berhenti sejenak di tengah jalan, tapi melihat Letkol Bobby yg juga berhenti lantaran kaget, padahal kecepatan tinggi, ia lalu jalan lagi menyeberang jalan itu dan menghilang di rerumputan ke arah pantai yg hanya kurang lebih dua ratus meter dari tempat itu. Hihhh …..Inyong ngeri deh kalo harus ketemu ama makhluk2 itu di Sana.

XI. 1999:

* Membantu masyarakat dengan Program JPS Pribadi dan sekaligus membuat ratusan warung makan PKL dan puluhan tambal ban.
* Membantu Harun Al Rasyid terpilih menjadi Gubernur.
* Hipnotis di hilangkan, dapat Tugas di Timor-Timur sebelum pembentukan Pasukan pro integrasi (Operation Ninja 5).                                                                                                  * Mendirikan Yayasan Hasan Madinah.
* Pulang ke Solo. (Oleh para ustadz di Ponpes Darul Muhajirin di ceritakan bahwa Bobby sedang mendapat tugas khusus dari TGH. Najmuddin dan sedang mempelajari Al Qur’an dari kitab tak bertulis, dan kalau tidak kuat akan jadi gila).
* Rujuk lagi dengan istri.
* Kembali jadi sopir becak.
* Pemilu, Presiden Habibie diganti Gus Dur (terjadi kerusuhan kerusuhan lagi).
* Perkenalan dengan Para Pimpinan Komando Payung Rasul Indonesia.
* Mulai membuat program2 untuk perbaikan negara dalam lingkup EKUIN, Pendidikan, dan Sosial, Kesehatan n Lingkungan Hidup serta Politik (hingga th. 2006).
* Ditabrak kendaraan roda 2, penabrak luka parah.
* Diduga stress kebanyakan ilmu, namun tiap kali IA cemas, alampun mengalami perubahan cuaca mendadak.
* Mendapat nama Jaka Menangan dari Ketuk kakaknya (Devi R.) yg sebenarnya adalah nama Devi pemberian dari kakek Bobby, R.Ngabehi Setio Sujana.

XII.2000:

Ny. Ir.Hj. Sri Sejati Pradipto meninggal.
* Anak ke dua: Pramudya Wardhana Ardhanarespati lahir.
* Jadi Pelukis dengan harga lukisan antara Rp. 300 ribu hingga Rp. 1,5 juta.
* Mendirikan Yayasan Bina Putra Bangsa Indonesia Kuncara Manik.

XIII.2001:

* Ke Jakarta ketemu Inayah Wahid.

* Setelah pulang ke Solo diusir keluarga padahal dalam keadaan sakit (cerai ke 3x / talak 3).
* Pergantian Presiden. BOBBY bertarung melawan seorang sakti di Gunung Tugel Boyolali.
* Ke Jepara, dikeroyok puluhan gali dan preman, selamat, belasan lawan luka parah.
* Pergi ke NTB lagi. Jakarta & hampir di seluruh Jawa Banjir & tanah longsor.
* BOBBY membantu meredakan hal tsb atas permintaan Mantan Komandannya Denny Pokdja & Bp. Moerdhani.
* Terbunuh di Lombok Tengah, pembunuh beserta keluarga pembunuh itu semua ikut tewas dengan luka yg sama di leher. BOBBY sendiri mayatnya hilang saat akan dibuang, tapi tahu2 muncul lagi dalam keadaan hidup sehat walafiat.

XIV.2002:

* Pulang ke Solo.
* Ditabrak kendaraan roda dua, penabrak tewas.
* Perang Iraq.
* Dilukai orang (kelompok Imam Samodra saat tidur di Joglo Sriwedari), kaki retak & pendarahan nadi 4 jam.
* Pelaku robek paru-parunya oleh sabetan tenaga dalam BOBBY & istri pelaku di rumahnya tewas dengan luka di tempat yg sama dengan luka dibadan BOBBY.                        * Pengusutan pelaku Bom Bali, Bom BEJ (Operation Ninja 6).
* Masih dg Kaki retak, jalan kaki 300 km Solo Semarang PP.
* Ditabrak Truk di antara Salatiga Semarang, Truk masuk jurang.
* Menemukan Kelompok Abdul Aziz Imam Samodra di jl.Sri Rejeki Semarang.
* Diserang dengan petasan berulangkali, tapi selalu lolos (petasan mejen / tidak meledak dan atau terlempar balik sebelum kena badannya).
* BOBBY bertengkar dengan banyak orang pendukung Megawati di Coyudan SOLO, Bobby di hina dan di katakan diktator, maling, koruptor, Sbagai anjingnya Presiden Soeharto dll., BOBBY menyanggah dengan mengucapkan kata2 bahwa Presiden Soeharto tidak pernah memerintahkan padanya sesuatu yg aneh2 sperti yg mereka tuduhkan lalu menyambung kata2nya:”Kalau ternyata aku yg benar dalam semua perkara yg kalian tuduhkan / hinakan atas diriku, daripada kalian dan Megawati, maka semoga Allah menurunkan Hujan di kota Mekkah dan Madinah bareng dengan hujan saat ini di kota Solo ini” (hari itu Jum’at bersamaan dengan saat Haji, sore dan lagit mendung tebal, hujan mulai turun).
* Dan Hari itu, Allah benar2 menurunkan hujan di Kota Mekkah dan Madinah, kabar ttg hujan tsb disiarkan di Surat kabar pada hari Seninnya.
* Berjalan melayang di atas tanah Mengejar KA sambil menggendong Dhana (anak ke duanya).

XV.2003:

* Ketemu Mbak Tutut di makam Ki Ageng Henis, Laweyan Solo, saat sedang tirakat.
* Penghancuran GAM.
* Ir. Pradipto meninggal.
* Bp. LB. Moerdhani meninggal.
* Pak Suharyadi dan BOBBY di datangi oleh Pangeran Sambernyawa (tanpa medium) di rumah keluarga Pak Suharyadi.
* Para anggota Komando Payung Rasul yg naik haji ketemu BOBBY di Mekkah.
* Pemilu 2003, Mata BOBBY hampir buta dilempari pasir oleh seorang berkaos merah gambar Megawati.
* Jalan kaki 4 kilometer dari TKP hingga Panularan lalu ke depan Sriwedari tempatnya istirahat tiap malam saat itu, dengan mata ditutup kain oleh sebab peristiwa itu, tanpa dibantu oleh sIapapun juga sambil memaki-maki dan menantang orang2 PDI Perjuangan antek-anteknya Megawati yg Ia temui di jalan.

* Berulangkali diracun.
* Membebaskan TKI yg disandera di Iraq.
* Dikeroyok 4, lawan 2 terbunuh, 2 lainnya luka parah.
* Di tabrak mobil Espass di jalan Pabelan. Mobil Mencelat, sopir mampus.

XVI.2004:

* Ke Bogor Mencari Teroris.
* Menemukan Rois (pelaku Bom Mariot) di Bogor ,
* Memberi warning sebelum Gempa &Tsunami Aceh. Ibunda BOBBY Meninggal,
* 2 minggu kemudian Gempa &Tsunami terjadi.
* BOBBY menggelar Kesaktian membentengi Nusantara dari gelombang Tsunami.
* Rekan2 Komando Payung Rasul di Aceh, melihat BOBBY menolong banyak korban.
* 100 hari ibundanya BOBBY meninggal, IA di keroyok di kampung istrinya oleh adik2 istrinya dan tetangganya, kepalanya terluka (pecah), tapi masih menang, pengeroyok lari, BOBBY pergi dari kampung itu.

* Luka sembuh sendiri hanya dalam waktu 2 hari.
* Dikeroyok 2 di Klodran. 2 lawannya mampus.

XVII.2005:

* 18 Feb 2005, Menggelar misi rahasia operasi inteligent untuk penyelamatan Reporter TV Indonesia bernama: Meutya Viada Hafid dari Metro TV  [putri H. Anwar Hafid] yg di sandera Mujahidin di Irak.

KRONOLOGIS MISSION IMPOSIBLE OPERATIONS NINJA 7 : PENYELAMATAN MEUTYA HAFID, REPORTER METRO TV. [Diambil dari http://Jaguardenharinagent.wordpress.com%5D

19 Februari 2005, 15.30 [Tgl 17-19 itulah yang sampai sekarang masih jadi bahan penelitian  Den Harin/Komando Payung Rasul Indonesia, sebab tak ada catatan, namun hanya ada ingatan bahwa, saat itu berdasarkan koran yang dibaca oleh Bobby Meidianto Hasan Madinah, tertanggal 18-19 Februari berdasarkan arsip data yg sama dg permalink di Suara Merdeka Online].

7 hari hilangnya Meutya Hafid,

Saat itu Letkol. Inf. Purn. Bobby Meidianto, Panularan Solo, (mantan pengawal rahasia Presiden Soeharto, DENSUS ANTI TEROR & INTELIGENT HARIMAU INDONESIA), tak sengaja Baca Koran.

Bobby lakukan kontak batin dengan ESP tuk ketahui Meutya Hafid & Budiyanto masih hidup ataukah sudah mati, dan untuk ketahui posisi/lokasi tempat Meutya berada hidup/mati.

Keberadaan Meutya Hafid di ketahui, Bobby lakukan Kontak Batin dg U-un anggota Komando Payung Rasul dan pengurus Yayasan Bina Putra Bangsa Indonesia Padepokan Kuncara Manik Tunjung Seta Solo yg di ketuai Bobby.

19.25, FAX dikirim Bobby ke Istana Negara RI kepada Presiden SBY yg berbunyi kurang lebih: “Mengenai Repoter Metro TV Indonesia Bernama Meutya Hafid dan temannya Budiyanto yang hilang di Irak, Dalem telah mengetahui keberadaannya secara batin dan dalem mengatakan bahwa Meutya Hafid berdua masih dalam keadaan HIDUP & SELAMAT. Mereka dalam Penyanderaan Mujahidin. Dalem berjanji Akan mengupayakan terbebasnya Meutya Hafid dalam waktu 3 hari. Dan surat ini dalem kirim dg tembusan ke Mabes Polri (Kapolri), Mabes TNI, Dephan, Deplu, KBRI USA, media center SBY-KALLA & beberapa lainnya melalui fax dan e-mail addressnya: spyderxteam@yahoo.com (e-mail address Bobby yg lama) & or: cruseq91@yahoo.com.,(yg baru) dan Kopral Indonesia dengan Signalizer2001@yahoo.com, dan Den Harin dengan atis_nw@yahoo.com.

20.30, U-un telah siap di warnet Yahoo, Kalitan & stlah Bobby datang ia lakukan panggilan kpada anggota Komando Payung Rasul ke berbagai tempat Jakarta, Bandung, Diy, Semarang dll termasuk yg ada di Kuwait, Arab Saudi, Turki, dll. Juga kepada Komandan Harimau Indonesia (Brigjend Mar. Dhenny Pokdja <samaran>), dan anggota Harimau Indonesia di Mabes Polri, Mabes AL, Mabes AD, Mabes AU. Suparyanto suami U-un menyusul datang 1 jam kemudian.

Dari data yang sudah ada, juga ditambah data baru melalui searching address via MIRC & YAHOO!MSG didapatkan kontak dg kelompok HAMAS,Hizbullah, Mujahidin, pasukan Garda Republik pembela Saddam Hussein. Kontak awal dilakukan, proses penjajakan negosiasi dilangsungkan.

03.00 negosiasi dihentikan smentara, selama nego di langsungkan  Bobby trus menerus menggunakan ESP untuk scanning kondisi Meutya Hafid, dan kekuatan penyandera.  Negosiasi dilakukan secara bersamaan oleh rekan2 Komando Payung Rasul di beberapa kota diatas dipandu Bobby Meidianto.

03.15. U-un,Paryono & Bobby pulang.

20 Februari 2005.

Dari Pagi hingga Magrib Bobby masih mengamen. Hari itu hampir semua harian memuat ttg keberadaan Meutya Hafid, & Mujahidin, (semua komentar pemerintah & tokoh2 masyarakat hari itu entah benar atau tidak) atas kerjaan Erwin & rekan2 wartawan anggota Komando Payung Rasul DKI. Hal ini sesuai dengan rencana & perhitungan Bobby. Presiden SBY mengirimkan Tim Pembebas ke Irak.

pkl.14.30 U-un kembali & Bobby  bersama rekan2 di Solo & di kota lain,kembali melakukan negosiasi.

pkl 17.30 – 19.00 istirahat sejenak dilanjutkan lagi hingga pkl.20.30. Saat itu istirahat makan, Bobby lakukan beberapa kali kontak batin dg Meutya Hafid, ia tanya Meutya, aku mau makan, Tya udah makan belum? seandainya aku bisa, pasti kukirim makanan untukmu saat ini.

Hasil nego sukses, Pihak penyandera bersedia membebaskan Meutya Hafid, dg syarat Bobby menjamin keselamatan mereka yg mengantar Meutya Hafid, hingga kembali pada kelompok mereka. Di sanggupi Bobby yg segera melakukan kontak via HP (milik U-un) kepada rekan2nya Harimau Indonesia & Interpol. Bobby minta di bukakan acces ke Pentagon & Nato. Pihak USA melakukan kontak ke Komandan teritorial Irak, yg akhirnya bicara langsung dg Bobby. Permintaan Bobby di setujui.

15.00, Bobby dapat e-mail dari staff Istana Negara (kemungkinan sama dengan yg memakai nama /address trijayasantika@yahoo.com, yang mengatakan : “hay orang gila,sok tahu sok pintar, soal itu sudah diurusi pemerintah, tak usah sok pahlawan”. Bobby lalu segera ke wartel kirim fax ke nomer lain di Istana Negara berisi makian dan pengeyelan (menentang).

Keterangan:  Bobby saat itu menjadi dua, yang satu tetap mengamen dan menengok anaknya yang nomer dua di pasar kembang Solo, yang satunya bersama kami (U-un) mendampingi, dan mengkomandoi/memandu negosiasi. Berulangkali kami dapat telepon saat itu dari rekan2 yang mengatakan bahwa Bobby telah mengamen di rumah mereka saat itu (adalah langkah kami untuk memonitor keselamatan Bobby yg sering di jahili oleh Orang2 PDI Perjuangan dan Pendukung Megawati).

21.30. Bobby memanggil beberapa anggota Komando Payung Rasul pilihan yang menguasai ESP tertentu dan menguasai ilmu beladiri tingkat tinggi dan juga telah terlatih termasuk dalam ilmu militer ( yang diajak Bobby ke Aceh 2003 penumpasan GAM ), atas persetujuan Komandan HI (DEN HARIN) dan Komando Payung Rasul INDONESIA. (Personil yg dapat datang & ikut ke Irak SUDAH BERULANGKALI PERNAH dijelaskan dalam LEAVE REPLY website metro tv dan MeutyaHafid.com).

22.40, Bobby dkk, berangkat ke Irak dengan ESP. Semua proses di Irak tidak dijelaskan secara rinci oleh Bobby dkk, hanya di bilang, proses penyusupan lancar, 4 orang termasuk Bobby mengawal Meutya Hafid, sedang yang lainnya di siapkan dalam pos2 tertentu sbagai tim penyapu dan pendukung bila ada serangan mendadak dari kelompok lain / mengamankan jalur yang akan dilalui oleh rombongan Bobby & Meutya dkk.)

Pasukan khusus Istimwa kita brangkat dengan ajian saifi angin, mraga sukma, dan ras clok. (Apa mungkin? jaman ini masih ada yang bisa?) Inilah hal yang paling istimwa dalam operasi khusus ini yang juga melibatkan bbrapa anggota PERSONIL BUSER POLDA DIY, KOPASUS, BANTENG REEDERS, BRIGIF TURANGGA SETA, JUGA ANGGOTA Pagar Nusa dari ponpes Parakan dan Tebu Ireng Jombang Yang semua trgabung dalam Komando Payung Rasul Indonesia, dan sbagai anggota Padepokan KunCara Manik Tunjung Seta, yang Panembahannya adalah “J” (Bobby Meidianto) sndiri.

Tanpa disadari Mujahidin2 itu dan Meutya Hafid sndiri , Meutya Hafid dikawal juga oleh Bobby dkk, yang juga oleh ilmu halimunan dan malih rupa (ujud) mreka masing2 dan dengan pakaian penyamaran muka ditutup cadar sprti teroris, Bobby dkk tidak dikenali oleh Para milisi MUJAHIDIN.

Setelah Meutya Hafid di bebaskan Bobby dkk masih berada di sana dan GANTI menodong Mujahidin2 itu dan berkata : “Nih kukembalikan AK mu, Aku benci AK” Dalam bahasa Inggris, . BOBBY DKK, MEMBUKA PAKAIAN PENYAMARAN MEREKA DAN TERLIHAT SRAGAM HIJAU DORENG TNI DENGAN LENCANA MERAH PUTIHNYA (TANPA ATRIBUT DARI DETASEMEN).

IA BERTANYA PADA MUJAHIDIN2 ITU, “ KENAPA? KALIAN BINGUNG YA? AKU BUKAN TEMAN KALIAN “ ( DALAM BAHASA INGGRIS ). LALU BERTANYA LAGI, “KALIAN SUDAH MAKAN BELUM?” DALAM BAHASA PADANG, LALU DIULANGI LAGI DALAM BAHASA BATAK KARENA MUJAHIDIN2 ITU TIDAK MENGERTI BAHASA ITU, LALU DIULANGI LAGI SAMPAI BEBERAPA KALI DALAM BAHASA TEGAL/BANYUMAS DAN MADURA, BAHKAN BAHASA SASAK (LOMBOK) DENGAN LAGAK KOCAKNYA YANG MIRIP STEPHEN COW. AKHIRNYA KARENA JENGKEL BOBBY BILANG

“ SETAN KALIAN INI BODOH SEKALI AKU AJAK NGOMONG BAHASA APA2 TIDAK NGERTI JUGA?” DALAM BAHASA PRANCIS, JEPANG DAN KOREA SERTA CINA MANDARIN.

AKHIRNYA, “J” PAKAI BAHASA ARAB DAN BILANG KALAU IA ADALAH HASAN MADINAH YANG PERNAH SETAHUN SEBELUMNYA LAKUKAN PERUNDINGAN DENGAN TEMAN2 MEREKA DI  BAGHDAD,DAN IA BILANG “KAMI DARI JAWA (AL jAWI), INDONESIA”, DAN ITU TADI YANG MEREKA BEBASKAN ADALAH CALON ISTRINYA, LALU “J” BERIKAN BEBERAPA POTONG KUE BLACK FOREST DAN BEBERAPA KALENG COCA COLA YANG IA BAWA, DAN MAKAN SEBENTAR BERSAMA MEREKA  LALU SETELAH SELESAI TIBA2 BOBBY DKK MENGHILANG BEGITU SAJA DARI PANDANGAN PARA MUJAHIDIN2 ITU, DAN ENTAH BAGAIMANA TERKEJUTNYA MEREKA ITU.

21 Februari 2005.

Meutya Hafid telah dibebaskan. Ia dan Budiyanto dibawa oleh Tim Pembebas yg dikirim oleh Presiden SBY sebelumnya menuju KBRI. Bobby dkk telah kembali dengan selamat dan berkumpul dirumah U-un di Pabelan Kartasura. Erwin dari Jakarta telepon Meutya Hafid telah bebas, siaran TV ditayangkan.

19.30 Bobby kembali mengirimkan FAX ke istana negara (nomer yg ada di ruang Presiden kalau belum dirubah) , berbunyi : Misi Penyelamatan Reporter Metro TV Meutya Hafid Success, FROM: Jaguar ex. Komando Pasukan Khusus Harimau Indonesia.

Lain2:

Saat 19-20 Februari itu Bobby scanning kekuatan penyandera, juga kemungkinan meloloskan Meutya Hafid, tapi berulangkali Bobby geleng2 kepala. Ia bilang, sulit- medan penuh ranjau, aku tak mengenal baik tempat itu, mereka terpencar, pihak USA tak mampu dekati tempat itu, kecuali dg kekuatan darat 3 batalyon infanteri + 1 divisi lapis baja atau dg serangan udara. Presiden SBY & TNI tak mungkin mau bila kuminta kirim ke sana 5 kompi Pasukan Khusus Anti Teror buat mendukungku. Juga kemungkinan lolos kecil, tempat itu seperti bubu, bisa masuk tak bisa keluar. Semoga nego nya sukses, kita bisa ikuti langkah mereka scara aman (buat Meutya Hafid).  RUN AWAY DI PADANG PASIR SEPERTI ITU SAMBIL DI KEJAR MUSUH BUKAN IDE BAIK, KALAU TIDAK SALAH INJAK RANJAU, YAH KENA TEMBAK MUSUH.

Presiden SBY & Pemerintah sampai saat ini tak sekalipun memberikan ucapan terima kasih apalagi uang / penghargaan. Begitu juga Meutya Hafid dan Budiyanto.

BELAKANGAN BARU KAMI TAHU BAHWA IA DAN ANAK2NYA MEMALSUKAN DIRI SEBAGAI JAGUAR. RUPANYA HADIAH MOBIL JAGUAR SAAT PERKAWINAN AGUS HARIMURTI-ANISAH POHAN BUKANLAH SEKADAR HADIAH BIASA, SELAIN MODEL KKN, JUGA LANTARAN HAL ITU TADI. AGUS HARIMURTI PAMERKAN DIRINYA ADALAH SI JAGUAR. DEMIKIAN JUGA SAAT SBY MENCOBA MENAWAR PESAWAT JAGUAR PRODUKSI INDIA, YG LALU DI KIRIMI FAX YG BERISI PROTES DAN SEMPROTAN DARI KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA, YG BUNYINYA SEBAGIAN:  “LHA WONG JAGUAR SNENDIRI YG BERULANGKALI BERJASA DAN ASLINYA JUGA SEBAGAI MANUSIA ADA YAITU : BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH DI PANULARAN SOLO, TIDAK DI PIKIRIN KOQ MALAH DI ALIHKAN KE HAL2 LAIN, MOBIL DAN PESAWAT. MBOK YAO BOBBY MEIDIANTO ITU YG DI PERHATIKAN DAN DIKASIH POSISI DAN KEDUDUKAN/JABATAN DI NEGARA INI KAN MALAH LEBIH BERMANFAAT?. NAMUN HAL ITU TIDAK PERNAH DI RESPON. SALAH SATU INFO DARI SEORANG PASPAMPRES, BEBERAPA ATAU SEMUA SURAT2 DARI KOPRAL INDONESIA DI BLOKIR OLEH SEORANG STAFF WANITA DAN SITUMORANG SERTA BEBERAPA DARI TIM SEBELAS.

END.

Hal ihwal mengenai misi & operasi inteligent tsb, sejak awal hingga akhir, sekalipun tidak secara detail, di beritahukan & dilaporkan  pula  secara tertulis melalui e-mail & faksimili, kepada :

*Presiden RI SBY* dg tembusan kepada * Kapolri & Mabes Polri*Interpol*Mabes TNI* Dispenad TNI*Setneg/Kominfo*Dephan*Depkeh*Dephut*Depkes*Deplu* KBRI MALAYSIA*KBRI USA* juga WIRANTO VIA WIRANTO.COM*.

Misi berhasil sukses, namun nama Bobby Meidianto Hasan Madinah tidak di sebut2 sama sekali.

Bahkan Surat Tagihan Ganti biaya Operasi tersebut kepada Istana Negara tidak di Gubris sama sekali.

Juga  Media masa & Televisi:  *GATRA, KOMPAS, MEDIA INDONESIA, RCTI, SCTV, INDOSIAR,SUARA MERDEKA,PIKIRAN RAKYAT*, yg dapat bocoran kisah tersebut kala itu tidak sedikitpun memuat berita ttg BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH tsb.

Malah Sebaliknya: AGUS ISROK MIKROJ, KAPTEN INF.KOPASSUS, PENGEDAR & PENGGUNA NARKOBA, ANAK KSAD SUBAGYO HS, di elu-elukan dan disebut2 sebagai pacar/kekasih MEUTYA HAFID. Dan di muat dibeberapa koran & televisi serta internet.

KOMENTAR:

^ SUNGGUH AMAT SANGAT NAJIS, SEKIAN BANYAK SAKSI SELAIN ANGGOTA DEN HARIN & KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA, semua PENIPU, PENJILAT, CULAS, LICIK, PENDUSTA.^

Sejak  FEBRUARI 2005 tsb. Bobby Meidianto Jatuh Hati kepada Meutya Hafid. Namun belum berkesempatan ketemu lagi.      Sedangkan Meutya Hafid sendiri, oleh sebab ulah orang2 busuk tsb diatas [dlm tanda *_*] yg telah diberitahu soal operasi inteligent tsb, belum pernah sekalipun datangi Bobby Meidianto untuk berterima kasih.

Sementara itu, berita2 kegiatan Bobby Meidianto & Komando Payung Rasul Indonesia terus-menerus di siarkan lewat Internet, melalui website2 milik pribadi Bobby Meidianto & Kopral Indonesia yg berulangkali RUSAK dihacker orang, & juga di semua  website2 tokoh2  busuk tsb.

*Di celakai dengan disiram air keras .

* Dr. Azahari ditemukan, satu orang anggota Komando Payung Rasul disandera & Meninggal.

XVIII. 2006:

* Didatangi Megawati, dan BOBBY memaki-makinya, saat itu Jakarta mendadak Banjir dan istana negara terendam air.
* Memberi Warning Gempa Jogja.
* Ketemu arwah Alda Risma tanpa sengaja di Solo (karena tidak tahu cara mengembalikan keasalnya, maka Alda Risma diantar ke stasiun Purwosari Solo untuk naik KA ke Jakarta) & Membantu Kepolisian RI Menemukan Fery Prakasa.
* Jemaah haji anggota Komando Payung Rasul kembali melihat BOBBY di Masjid Nabawwi Madinah dan di dekat Ka’bah Mekkah.

XIX. 2007:

* Membantu menemukan pesawat Adam Air. Membuka tanki bahan bakar pesawat naas itu sebagai pengganti sinyal agar pencari menemukannya. Berita ini diketahui oleh Basarnas, Lanud Ujung Pandang, beberapa maskapai penerbangan, BPPT, Koran Seputar Indonesia. LOOK Here!
* Ditabrak sepeda motor di dekat Wisma Kawuryan, si penabrak mampus.
* Digigit ular berbisa, sempat sakit beberapa jam, namun sembuh oleh kemampuan dirinya sendiri.
* Kost di Kampung Candi Cemani Sukoharjo selama 1 bulan.
* Lalu pergi ke Jakarta sebelum bulan Ramadhan.
* Ramadhan 2007, ke DPP Hanura Jl. Diponegoro Menteng, dan lalu ke Kediaman Jendral Wiranto, dan cekcok disana lawan pengawal Jendral Wiranto. Pengawal [Anak] Wiranto lakukan tembakan dengan Pistol. Bobby tidak lari malah teriak “Aku ora mbantu Pak Wiranto ORA PATHEKEN!” dan ia teriak lagi “Ayo tembak lagi aku kalau berani!” [itu yg ada dalam rekaman yg dibawa Bobby, menurut keterangan Bobby ia sudah siap lepaskan pukulan jarak jauhnya dan sekaligus jarum bagor yg ia bawa sbagai senjata rahasia]. Pulang dari situ, di cegat beberapa orang di dekat kampus Jagakarsa dan berkelahi. Lawan keok dan lari.


Kisah Lengkap:

September 2007, Bobby Meidianto ke Jakarta, untuk beberapa urusan penting:

1. Menjumpai Jendral Wiranto sehubungan dg surat lamaran menjadi Pengurus DPP Hanura & Permintaan Bantuan Sumbangan Untuk Yayasan Bina Putra Bangsa Indonesia Padepokan Kuncara Manik Tunjung Seta yg di pimpin oleh Bobby Meidianto Hasan Madinah sendiri, yg memiliki, anak asuh sebanyak 350 anak yatim piatu & kurang mampu.

2. Membantu rekan2 Den Harin Di Kepolisian & Kejaksaan sehubungan rekaman Policarpus dlm Kasus Kematian Munir.

3.Menikahi Cynthia & Anita Rekan dari DEN HARIN.

** dlm soal nomor 1. tsb di atas gagal sebab Bobby dipermainkan anak2 Jendral Wiranto & pengawal2nya bahkan akan di bunuh oleh mereka, di rumah Wiranto di jalan Palm Kartika, Bambu Apus TMII Jakarta Timur.

Lalu soal Menikahi Cynthia & Anita, juga sebab Bobby mengurungkan niatnya dan malah mengalihkan niat tersebut untuk Pedekate kepada Meutya Hafid. Kedua hal tsb terjadi di bulan Ramadhan 2007.

Sayang sekali, mulai Ramadhan 2007  itu bahkan sejak 2005 itu, Bobby belum pernah sekalipun bertemu langsung ataupun kontak langsung dg Meutya Hafid. Hanya via tulisan & gaib [tubuh semu dari suksma Bobby Meidianto yg pake ilmu gaib]. Sampai Akhirnya Bobby pulang Ke Solo lagi 2 minggu setelah Lebaran.

Januari 2008 setelah wafatnya Mantan Presiden Soeharto, Bobby Meidianto kembali ke jakarta Lagi untuk menepati janjinya melamar Meutya Hafid. Namun sesampainya di sana, malah di permainkan oleh Dua orang laki2 pembantu/tukang kebun Meutya Hafid, yg tidak ingin Bobby Meidianto ketemu Meutya Hafid. [Kalau satu diantaranya bukan adik laki2 Meutya Hafid].

Tapi setelah kali ke 3, tiba2 Meutya Hafid muncul & mengajak Bobby Meidianto ketemu di Pasar Baru, Cimanggis/Ciputat, dan lalu melangsungkan Nikah SIRI di situ dekat Swalayan Ramayana, secara Nikah gaib ala Tarekat seperti yg banyak dilakukan oleh Orang2 Lombok NTB.

Sayangnya Bobby & Meutya Hafid, tidak langsung tinggal bersama saat itu, mereka berpisah untuk bertemu lagi keesokan harinya, dan ternyata setelah paginya Bobby Meidianto datangi rumah Meutya Hafid untuk ke 4 kalinya, ia tidak ketemu Meutya Hafid, namun hanya ketemu Ibunya, yang tidak mengijinkannya masuk rumah, hanya di luar pagar saja, dan bilang kalau Meutya Hafid sudah berangkat ke Medan, Subuh pagi2 itu.  Bahkan ia mengusir Bobby Meidianto dan juga mengatai Bobby Meidianto hanyalah seorang bajingan yg menipu uang Meutya Hafid kepada seorang saksi, keamanan kampung di situ. Bobby yg marah, lalu bilang, bahwa IA Akan membalas, dan ia tidak takut kepada SBY sekalipun.

[ Kepada semua, kami beritahukan bahwa isi yang ini adalah hampir sama dengan tulisan kami sebelumnya maka ini langsung kami gabungkan dan namun sedikit kami ubah].

September 2007:

Bobby Meidianto ke Jakarta dg maksud menjumpai Jendral Wiranto dan Ny. Siti Hardiyanti Rukmana [Mbak Tutut] dan Presiden SBY , Untuk urusan Yayasan BINA PUTRA BANGSA INDONESIA KUNCARA MANIK TUNJUNG SETA dan URUSAN POLITIK . Dalam perjalanan ia sempat mampir dan berziarah ke Makam Jendral Sarwo Edhie Wibowo di Penunjung Selatan.

Sesampainya di Jakarta, Ia juga berkeinginan melamar Cynthia dan atau Anita, pacar2nya dulu dari Den Harin, namun hal itu belum sempat ia lakukan sebab ia, oleh kawan2 Komando Payung Rasul di sana juga di sarankan untuk mendekati Meutya Hafid, karena mas Bobby itu sebenarnya jatuh hati dan merindukan Meutya Hafid sudah dua [2] tahun. Kawan2 belum tahu kalau ia sudah beberapa kali melakukan kontak dg Meutya Hafid [beberapa bulan sebelum itu & sebelumnya di tahun 2006, dg kontak Batin yg Bobby Meidianto ajarkan saat Meutya Hafid ada di Irak].

Urusan dg para pejabat2 tersebut diatas batal semua setelah ternyata Bobby “Jaguar” diperlakukan tidak baik oleh keluarga Jendral Wiranto dan bawahan2nya. Bahkan ia di tembak dengan Pistol saat cekcok lawan pengawal dan anak ke dua Jendral Wiranto [2X TEMBAKAN MELESET BEBERAPA SENTI DARI LENGAN KIRI DAN KANAN, DI TEMBAK DARI ARAH BELAKANG] [PEMBICARAAN DAN KEJADIAN INI TEREKAM OLEH RECORDER YG DI BAWA BOBBY, DAN SEKALIGUS ADA SAKSI MATA YG MELIHAT YAITU 2-3 ORANG KRUW SCTV YG SEDANG SHOOTING DI SEBELAH RUMAH WIRANTO], serta di keroyok di lain tempat dekat Universitas Jagakarsa, oleh orang2 tak di kenal suruhan cecunguknya Jendral Wiranto SAAT PULANG DARI RUMAH JENDRAL WIRANTO itu.

Urusan dengan Meutya Hafid juga batal saat itu sebab, Meutya yg telah di hubungi lewat Metro TV tak merespon nya. Namun malah melakukan kontak batin dg cara yg Bobby Meidianto pernah beri tahukan dan juga banyak teman2nya dan pacar2nya yang saat itu belum Bobby tahu, jadi tahu2 ikutan gunakan ilmu gaib dan malah sakiti Bobby Meidianto, main santet dan dukun untuk membunuh Bobby Meidianto.

Terutama setelah Bobby Meidianto pulang Ke Solo Nopember, Desember 2007 lalu dan Mantan Presiden, Bapak HM Soeharto masuk RS hingga wafatnya.

SAAT ITU BAHKAN ADA SESEORANG, KATA MAS BOBBY, YG MENCEGATNYA DI PASAR KEMBANG DAN DENGAN KASAR MEMINTA TEMBAKAU NYA [MAS BOBBY BIASA MEROKOK LINTINGAN Beberapa TAHUN INI]. LALU OLEH MAS BOBBY DI TOLAK DAN LALU DI TANYA BALIK, “MAU NANTANG TARUNG? NIH SERANG NIH!”, KATANYA SAMBIL MEMUNGGUNGI ORANG ITU DAN MENUNJUK KEPALA NYA SEBELAH BELAKANG. OLEH ORANG ITU IA DI PUKUL BENAR, NAMUN ORANG ITU TERPENTAL DAN TANGANNYA [MENURUT ORANG2 DI SITU] SEPERTI LUMPUH TERKENA STROM, NAMUN MAS BOBBY SEPERTINYA CUEK DAN LALU JALAN TAK HIRAUKAN ITU DAN NAMUN BEBERAPA METER KEMUDIAN IA KIBASKAN TANGANNYA KE BELAKANG LALU ORANG ITU KEMBALI TERJENGKANG DAN MERASAKAN SAKIT SEKUJUR BADANNYA. LALU ENTAH DI BAWA KEMANA ORANG ITU OLEH ORANG2 DI SEKITAR ITU, NAMUN TAK ADA YG BILANG APAPUN SETELAH ITU.

HAL ITU TERJADI SETELAH MAS BOBBY SAAT ITU BILANG SOAL RENCANA PERNIKAHANNYA DG MEUTYA HAFID KEPADA MANTAN ISTRINYA DI PASAR TERSEBUT [SEHABIS DI SIRAM/DIGUYUR AIR MENDIDIH OLEH YAKUB PAJANG].

Rencana Bobby sih sebenarnya Saat itu, yg karena oleh sebab ternyata diam2 Ia dan Meutya Hafid telah ketemu , SECARA ANEH yaitu: Oleh Kontak Batin Meutya Hafid yg mungkin merasa Penasaran ketika membaca Titipan Buku yg berisi tulisan Bobby & kawan2nya dari Komando Payung Rasul Indonesia, lalu penasaran & ingin buktikan apakah Bobby benar2 bisa menjadi 2 atau lebih dan berada di tempat berbeda dalam waktu bersamaan. Hingga saat itu Meutya Hafid menantangnya di dalam kamar mandi di Kantor Metro TV, dan lalu Bobby yg saat itu dlm perjalanan Pulang dan masih berada di Bogor [Puncak Pass] jadi terperangah dan lalu benar2 gunakan kesaktiannya itu untuk temui Meutya Hafid dg cara yg dimaksudkan itu, dan mencium Meutya Hafid lalu pergi meninggalkannya langsung sebab saat itu pas siang dan Bobby sedang berjalan sambil mengamen. Peristiwa itu di tulis oleh Bobby dan tapi baru dikirim kan saat Bobby Meidianto sampai di Bandung beberapa hari kemudian.

Dan inilah 2 kisah Kenyataan diatas: yg ditulis oleh Letkol Inf. Bobby Meidianto itu, yang di tulis dalam buku dan dititipkan ke Metro TV & yg  juga ditulis & dikirimkan melalui faxs ke Metro TV dari Bandung, oleh Mas Bobby & Kawan2 di Bandung:

************************************************************************

Sekali Peluk Ku Cium Mesra [Fiksi].

Sebulan setelah Meutya Hafid kembali ke Indonesia.

“Mak aku pulang” katanya pada ibunya. “Oh, kamu Meutya, kukira kau kerasan di sana”.

“Mak ini aku kan malah susah di sana”.

“Hai Tya, apa kabar?”,  ” Lho Mas Bobby?, kapan datang?” “Baru aja koq” kata Bobby yang tiba2 muncul di situ. Meutya lalu memeluknya dan menangis. “It’s over Tya, udah selesai, tak perlu cemas lagi kan? Kau sudah selamat sekarang, U save now” kata Bobby itu.

Tapi Tiba2, bak buk bak buk, beberapa pukulan tanpa bayangan di layangkan Meutya ke dada Bobby itu, dan membuat Bobby kumat bengeknya (penyakit asmanya kambuh).  “Uhuk, uhuk uhuk, hah hah hah” sesak napas.

Meutya meradang rupanya lalu bilang “Kenapa lama sekali tidak nongol dan kemana?” “Aku di sandera orang di Irak Mas tidak datang?”

“Tya aku Kan sudah tolongin kamu Kan” “Aku ajak kamu ngobrol lewat batin dan itu kamu juga jawab Kan?”

“Iya tapi, aku sungguh kecewa, mas itu ku kira ada di luar gua itu tapi ternyata masih di Solo ya? Lalu biasanya mas itu bisa kemana-mana seperti hantu, koq tidak mas pakai?”

“Itu? Anu aku itu lupa pakai itu Tya…..Aku baru ingat itu caranya setelah negosiasi itu selesai. Dan itupun keliru ke rumah Anita” katanya.

“Apaaaaa???!!! Mas malah apel ke sana???!!!!”

“Eh…Enggak yank, itu aku keliru, lagian itu aku kan cari bantuan”,Alasan Mas Bobby.

“Oh? Nak Bobby ya? Koq tidak kau suruh masuk Meut? Mau nginap di sini Nak Bob?”

“Mana mau ia nginap di sini mak, ia kan takut di grebeg oleh Pak Lurah, dia itu kan pacar anak Pak Lurah, tapi laen kalo di rumah Kak Anita atau Kak Cynthia, betah deh di sana”, sindir Meutya.

“Bohong deh Bu, Tya cuman bcanda koq”, sahut Bobby malu.

“Meooonggg!”

“Oh kamu Pus? Sini ku gendong”, kata Meutya.

Enak ya Pus di gendong, di peluk n di cium ama Tya?, Kata Bobby pada kucing Anggora milik Meutya.

“Idiiih, cemburu ya? Ini Kan cuman kucing, lagian dia cewe?” Kata Meutya.

“Biar cewe, apa cowo, kan bikin aku kpengin juga?”

“Nih ku elus n ku cium….nyuuuuum”, kata Meutya.

“Aduuhhh…duhhh! Kukumu tajam banget? N aduh!!! Hidungku!!!, hu..hu..hu… idungku yang cuman sdikit mancung jadi tambah pesek kau gigit, aduhhhh…sakittt!”

Eh? Maaf deh…sakit ya? Kata Meutya menyesal.

Rupanya Hidung mas Bobby di gigit kucing itu. Meutya Mengelus & mencium pipi Mas Bobby pakai kucing itu yg maunya ia dekatkan hidungnya n kakinya ke wajah Mas Bobby.

Eh Mas Bob, nih aku bawa makanan, tapi koq kebetulan aku beli ini kesukaan mas Bobby, Cap jay n Paklay.

Akhirnya mreka berdua makan bersama.

Setahun kmudian, Bobby yg sdang asyik molor di dekat Dalem Kalitan, pagi itu terbangun, HP nya berdering.

Hah? Tya? Kamu di mana ini? Lapindo? Ngapain di situ?

Pokoknya kesini deh Mas, tolongin aku donk pura2 nya, kan asyik ntar jadi terkenal.

Ogah ah! Kalo Pak SBY ga’ kasih aq SK n uang nya skalian bwat urusin tuh Lapindo aq ga’ mau ke sono (Daripada di akalin ama SBY lagi, pasti ia nyuruh Tya pancing aku kerja gratisan lagi, pikir Jaguar).

Mas…iiihhh, jengkel banget! Gwe kan mau mas itu jadi terkenal kaya mbah Marijan?

Pokoknya ogah!

Akhirnya gara2 itu mreka jadi putus.

Tapi…Meutya masih sering kliru omong, sebut nama Bobby juga saat siaran, n Bobby pun juga sring tanpa sadar sebut nama Tya kalo pas ngelamun bahkan lagi beli makanan.

Pada rindu ya? Koq ga nikah aja sekalian?

Diatas adalah kisah antara fiksi & nyatanya, yg aslinya adalah Mas Bobby Meidianto , sebulan setelah Meutya Hafid  kembali ke Indonesia, Letkol Bobby datang ke Jakarta, dan namun pas datangi rumah Meutya Hafid, ia tidak bertemu, namun saat itu ia keluar masuk rumah itu, benar2 pakai Ilmu Halimunan sebab, ia datang benar2 dengan pakaian lusuh sekali. Disitu ia hanya menemukan Seorang wanita tua dengan wajah agak bulat yang sama persis dengan di Foto yaitu ibunya Meutya Hafid, dan namun adik2 Meutya?, “entah itu siapa?” kata Letkol.Inf. Bobby yg saat itu hanya melihat cewe usia sekitar 18-19 th. Berwajah bulat telur berkulit putih bersih. Rambut lurus.

Karena Meutya tidak ada, lalu Letkol Bobby segera terbang ke Metro TV, dan namun di situ juga tidak ada bahkan 2 kali lagi [dua hari ia ulangi masih belum ketemu. Akhirnya Letkol Bobby urungkan niatnya itu. Hingga ia pulang kembali ke SOLO.

Lalu, Kisah Nyata sehabis Lebaran 2007:

Di Puncak Pass Bogor.

“Akulah Arjuna… yang sedang mencari Cinta…. Wahai Meutya….. Cintailah Aku…..,” (He…he…he….biasanya Wahai Anitaaaa).


Siang itu Bobby Meidianto “Jaguar” Mantan Anggota Densus Harimau Indonesia dan Sang Guru besar padepokan Kuncara Manik Tunjung Seta sedang berjalan di Puncak Pass Bogor menuju ke Bandung, dari Jakarta.

Ngapain sih? Menurut info yang bisa di percaya dari CIA, di katakan Mas Bobby sedang mencari wangsit siapa jodohnya kelak setelah lama jadi pengangguran berat lantaran di PHK Mbak Andri mantan istrinya.


Meutya Hafid yang sebelumnya kesengsem oleh kisah Sang Panembahan itu yang ditulis dalam buku dan fax oleh Anggota Payung Rasul, melakukan kontak batin dan memanggil serta ajak ngobrol Jaguar.

Jaguar yg waskita n sidik ing paningal itu, kontan tersentak oleh panggilan gaib Meutya Hafid itu.

Ia lalu jawab dan akhirnya ngobrol ama Meutya Hafid.

Tapi Meutya Hafid jadi sewot lantaran Jaguar menolak Cintanya dan ia marah karena tiap kali Bobby bilang “Aku mungkin lebih suka Dwie sepupuku itu, dan aku ingin cinta yang nyata”. Sebenarnya hal itu sebab Bobby itu juga malu n jengkel lantaran sudah puluhan kali teman2 anggota KOPRAL pada kasih kabar pada Meutya tidak di gubris juga, dan juga Jaguar pun minder soalnya ia tu hanya gembel saja. Dan itu ucapan Meutya itu hanyalah pancingan saja mungkin untuk permainkan ia.

Akhirnya, saking jengkelnya Meutya yang saat itu ada di Metro TV lalu masuk ke kamar mandi dan setelah di dalam ia menantang Jaguar itu.

“Ayo tampakkan dirimu, kau kan terkenal sebagai mantan pengawal Presiden Soeharto yang sakti mandraguna yang bisa kemana pun dengan ilmumu tanpa terhalangi siapapun kan? Kau pengecut ya? Tidak berani datangi aku? Ayo mana kesaktianmu itu? Ini aku sudah siap melawanmu! Kata Meutya yang juga membuka kancing pakaian atasnya sambil berkacak pinggang.

Bobby yang lagi kumat sablengnya melihat itu lalu girang dan bagaikan harimau dahan yang ganas tahu2 wussh…. ia sampai di tempat Meutya itu berada dan dengan jurus sekali peluk ku cium mesra lalu ia peluk dan cium Meutya dengan ciuman mautnya yang ganas dan mesraaa…. bangets.

Belum sempat Meutya membalas, Bobby telah melepaskannya dan menghilang dari situ.

Meutya jengkel dan berteriak…”Hey kemana kau?!!!”

“Udah di Puncak Pass lagi…”kata Jaguar. “Lain kali deh kita ketemu lagi saat aku sudah selesai urusanku TYa…. aku takut ketagihan ciumin kamu trus …”.

“Lagi ngapain Mas di situ…?”Tanya Meutya lagi.

Bobby tiba2 bengong dengar pertanyaan itu. “Anu…. itu….. Aku ini lagi ngapain ya?????” dan dengan lagak o’onnya ia tengok kiri dan kanannya yang banyak perbukitan dan hutan…. lalu ia tengok kembali Meutya itu…. dan meringis cengar cengir….. “Ku rasa sedang lihat Pemandangan Indah….”, katanya.

Meutya kaget dan tersipu malu sambil menutup bajunya yang terbuka itu. Bibirnya tersenyum-senyum lalu keluar dari Toilet itu dan kembali ke mejanya. Namun senyumnya masih tak mau hilang dari bibirnya itu. “Awas kamu nanti!” ancamnya pelan pada Letkol. Inf. Bobby Meidianto si Jaguar itu.

Dan si Jaguar kembali lanjutkan perjalanan sambil nyanyi….

“Jangaaaaan janjikan cintaaaaaaaa… yang biruuuuuuuuu bila kau haaaanyaaa bermanis-manis di biiibiiiiiiir…. jangaaaaan bisikkan rinduuuuu yang semuuuuuuuu…. bila kau hanyaaaa menabur duka di hatiiiiiiii…..”.

(“emang lagi ngamen koq, he…he…he..”).

Belon lagi sebulan, rupanya Meutya udah kumat lagi kangennya ama Bobby yang setlah tiba di Bandung lalu malah tuliskan pngalamannya di Puncak Pass itu dan masih ditambahin ama teman2 Kopral dari Bekang AD dan Seskoad Bandung, lalu di kirimkan ke Metro TV.

“Kalau hanya teman mengapa kau peluk diri ini? Bagai bidadari diriku melayang…, kalau hanya teman mengapa kau kecup bibir ini? Bagaikan gelombang hatiku berguncang? Yank….katakanlah engkaupun sayang…yank kita berdua….yank bukakanlah pintu hatimu….yank engkau milikku” tanya Meutya.

Hati Jaguar berbunga-bunga namun keraguan masih belumlah sirna, n jawabnya; “Chayank, apakah aq tak bermimpi…dirimu yg slalu kudamba di hati…chayank janganlah kau beri harapan…aq tak ingin kau sakiti nanti”.

Berulangkali ia panggil Si Jaguar itu n ajak Jaguar ngobrol, n malah tambah sewot lantaran Jaguar masih blum dapat ia jinakkan.

Akhirnya, ntah saking sewotnya atawa gimana, Tahu2 ia pakai imaginasinya, brpakaian ala komando dan bawa M16, granat n Bazoka serta RPG mirip Kaori dalam komik City Hunter, n dg ganas berulangkali menyerang si Jaguar dg tembakan beruntunnya.

Jaguar bnar2 jadi kaget sketika.

“Eh??? Koq bisa??? Siapa yg ngajarin??? Set dah, apa ia kenalan ama Cynthia atawa Anita? Gawat nih!!!”

Kalang kabut Jaguar menghindar ksana kemari, ia tak mau balas takut melukai Meutya, tapi….lama2 ia kwalahan juga hingga akhirnya ia ga’ Cuma pakai jurus langkah ajaibnya saja, tapi juga sesekali menangkis pluru n tembakan granat RPG n Bazooka itu dengan kibasan tangannya persis saat ia ada di TimTim 1999 lalu. Tapi tak urung… ia merasakan sakit pada tangan dan dadanya, rupanya itu malah lebih gawat dari pada pluru asli.

Berulangkali ia berseru pada Meutya agar hentikan serangan gaib itu, dan ia bilang minta maaf. Tapi Meutya tak mau mendengarnya.

Satu tuntutan Meutya yang harus di terima Bobby yaitu: Bobby harus mau mengakui kalau Bobby cinta padanya n mau jadi Pacarnya.

Masih brat hati Jaguar untuk akui hal itu skalipun dalam hati kecilnya mengatakan: “Ya!, Tya…aku sbenarnya CINTA Padamu”.

Brulangkali Jaguar lompat ke blakang Meutya n lalu menguncinya dg pelukan mesra namun Meutya tak kalah cerdik saat ia tak bisa lepas, ia bilang “ya deh”. Tapi stelah terlepas, lalu ngamuk lagi n kembali membuat Jaguar jungkir balik hindari serangan Meutya.

Akhirnya… stelah beberapa waktu lamanya mereka masih bcanda sprti itu, Jaguar sedih namun juga lega akan keseriusan n ketulusan Meutya.

Akhirnya ia lambaikan bndera putih tanda ia nyerah.  Meutya masih blum percaya namun Jaguar jalan dekati ia n lalu berkata sungguh2 “ Baiklah Tya, aku sungguh2 akui, Aku juga Cintai kamu, n aku dustai diriku sndiri 2 tahun ini, tapi please,biarkan aku pulang duluan ke Solo, n nanti aku kasih kau surat sungguhan bukan Cuma surat khayalan macam yang kita lakukan ini. Mau kan maafin aku ini?

Meutya Hafid tersenyum girang, dan yang selanjutnya terjadi adalah, mereka berdua saling bcanda n bermesraan n hal itu terjadi brulangkali hingga Jaguar sampai di kota Solo.

Dan akhirnya Jaguar memutuskan untuk sgra Ke Jakarta lagi bwat Melamar & Menikahi Meutya.

**********************************************************************

* Pada saat itu sebelumnya, di tabrak Mobil di Pulogadung, Hpnya jatuh dan hancur, pengemudi mobil di keroyok masa. [Saat itu ia pas akan di tabrak itu, ia mau lawan dan jungkirkan mobil itu, namun ia dengar suara gaib yg melarangnya dan akhirnya ia dlm beberapa detik mobil hampir menabraknya dan melindasnya ia justru mundur kebelakang selangkah dan malah meloncat ke depan ke arah hidung mobil, dan tangannya menekan hidung mobil, sambil memutar badannya searah dg hidung mobil, dan duduk nangkring di situ sperti Jacky Chan].

* Tulis messages dalam buku tulis buat Meutya Hafid dan mengantarnya ke Metro TV.
* Pulang ke Solo, 1 bulan perjalanan ( jalan kaki sambil ngamen lewat puncak pass menuju Bandung, dan jalan2 di Bandung hingga Ciamis bahkan hingga Banjar, lalu naik KA sampai Solo).
* Desember 2007, cekcok lawan Yakub Pajang dkk. Pedagang hik depan Gedung Mawar Solo dan di guyur air mendidih. Para pengacau di hantam Bobby hingga jungkir balik.

XX. 2008:

* 7 Januari Presiden Soeharto Wafat.
* 11 Januari  Bobby Meidianto penuhi janjinya kepada Meutya Hafid untuk kembali ke Jakarta dan melamar Meutya Hafid. [tgl2 ini nanti akan kami cocokkan lagi dg surat2 Letkol Bobby yg terkirim melalui friendsternya].

22-24 Januari.  Dipermalukan Keluarga [Ibu] dari Meutya Hafid. Pulang ke Solo.
* 28 Februari Bobby lakukan Harakiri. NAMUN DAPAT SELAMAT SEKALIPUN LUKA PARAH SEBELUMNYA.

* Bikin website Cruseq91.
* Opname 3x dalam 12 hari, oleh akibat efek samping dari harakiri.

* Cerita dilanjutkan dg ancaman teror dari beberapa Jendral, tokoh politik dan kawan2 Meutya Hafid, yg juga ternyata menginginkan Meutya Hafid jadi pacar/istri mereka, dan hingga para penulis dari Komando Payung Rasul Indonesia turun tangan membantu Bobby Meidianto dg membuat weblog2 yang isinya senada dengan yang tertulis di http://blogscafe.wordpress.com ini. hingga tgl hari ini [posting berita ini].

* EMBARGO DAN BOIKOT TOTAL  KEPADA PRESIDEN SBY , WIRANTO, SUBAGYO HS, SURYA PALOH, MEGAWATI DAN KELUARGA MASING2 , MEUTYA HAFID, METRO TV DAN SELURUH KARYAWAN/WATI METRO TV, MEDIA INDONESIA, HIKMAH [MIZAN PUBLISHING] DAN BEBERAPA PEJABAT DAN KONGLOMERAT TERMASUK PEMBOIKOTAN TERHADAP PENGURUS DAN DEWAN DPD GOLKAR SUMUT SERTA CALEG2 GOLKAR SUMUT KHUSUSNYA MEUTYA HAFID DI BERLAKUKAN. SEJAK MARET 2008 BERTAHAP.

  • Safe dari Maut, dapat surat dari Mantan Komandan Den Harin untuk melakukan pembalasan,  sebab banyak hal di duga kuat adalah permainan / ulah dari orang2 beken yang dekat dengan Meutya Hafid.
  • YBPBIKM bersama Bobby Meidianto mengadakan Bak Sos.
  • Oktober 2008, Mas Bobby dikabarkan telah menteror Meutya Hafid lewat SMS di Internet, & di beritakan di Harian Suara Merdeka.
  • Oktober 2008, Meutya Hafid Mengundurkan Diri dari Metro TV.
  • Desember 2008, Meutya Hafid [dikabarkan] Menikah dengan Alfian Tumengkol.

Januari 2009:

Upaya dari Letkol. Bobby & kawan2 memberitahu Meutya Hafid melalui kawan2nya benar2 sudah percuma, dan malah membuat Letkol Bobby makin di terror, bahkan serangan santet kepadanya saat itu makin gencar dan lalu:

  • 19 Januari 2009, Letkol Bobby mendapatkan anugerah dari Allah Swt, berupa AZIMAT INDARUN SAYAP JIBRAIL, sebuah Pusaka Mahadewa.
  • Letkol Inf. Bobby Meidianto mengamuk hampir meledakkan Nuklir di Serpong dari Solo, namun akhirnya yang jadi sasaran adalah: Depo Pertamina Jakarta Utara dan Bekasi.
  • Semua weblog milik Komando Payung Rasul Indonesia & milik Mas Bobby di hacking orang, termasuk e-mail adds nya.
  • Melanjutkan beberapa weblog.
  • Megawati & Wiranto, Surya Paloh serta SBY di seblatke [Dikutuk].
  • Insiden di Stadion Maladi Solo.

Catatan:

Sebagian peristiwa diatas, sudah berulangkali kami kirim mulai tahun 2001 hingga saat ini dengan tiap2 tambahannya, antara lain ke Mabes Polri, Mabes TNI, masyarakat internet, dan beberapa instansi, kementrian, serta KBRI.

Kelanjutan kisah ini hingga tgl. 31 Agustus 2009 belum kami masukkan di sini.

Oh Ya!  Silakan simak juga :

http://youtube.com/BobbyMeidianto,

1. Friendster.com/BobbyMeidianto.

2. BobbyMeidianto.blog.friendster.com.

3. Geocities.com/cruseq91.

4. Jaguardenharinagent.wordpress.com.

Advertisements
%d bloggers like this: